ACTA Sempat Kesulitan Koordinasi dengan Aktivis yang Ditangkap

Sabtu, 03 Desember 2016 - 15:33 WIB
ACTA Sempat Kesulitan...
ACTA Sempat Kesulitan Koordinasi dengan Aktivis yang Ditangkap
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman mengatakan, organisasinya yang dideklarasikan untuk ‎mengadvokasi sejumlah aktivis yang dituding makar saat 'melawan' proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurutnya, advokasi atau pendampingan hukum juga diberikan setelah mendengar sejumlah tokoh dan aktivis seperti Ratna Sarumpaet Cs ditangkap aparat kepolisian karena tudingan makar.

‎"Kemarin saya jam lima pagi ditelepon. Katanya Kak Ratna Sarumpaet ditangkap, kita koordinasi semua advokat untuk meluncur ke (hotel) Sari Pan Pasifik‎," ujar Habiburokhman dalam diskusi Polemik SindoTrijaya di Cikini, Jakarta, Sabtu (3/12/2016).

Pria yang akrab disapa Habib ini menuturkan, pihaknya sempat kesulitan untuk melakukan koordinasi dengan anggotanya saat penangkapan dilakukan terhadap 10 aktivis tersebut.

Sebab, dari awalnya para aktivis dikabarkan akan dibawa ke Polda Metro Jaya, mereka malah di bawa ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Ia menilai, penangkapan itu seperti penculikan terhadap tujuh jenderal yang dibawa ke Lubang Buaya, Jakarta Timur.

‎"Mau saya gambarkan Mako Brimob agak-agak seram. Kalau kita bilang ini kayak dibawa ke Lubang Buaya. Subuh-subuh gitu kan," ungkapnya.

Menurutnya, tudingan makar yang disangkakan ke sejumlah tokoh dan aktivis sulit dibuktikan. Karenanya, dia dan advokat yang tergabung dalam ACTA berkewajiban untuk membebaskan mereka.

"Di dalam (Mako Brimob) ada satuan gegana yang lebih elite lagi, di dalam ada rumah berapa biji, di situ teman-teman (Ratna Cs) diperiksa," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Prabowo: Ada Gejala...
Prabowo: Ada Gejala Tindakan di Luar Hukum Mengarah Makar dan Terorisme
Ketua Adat Mamta Tabi...
Ketua Adat Mamta Tabi Papua Minta Hormati Proses Hukum 7 Terdakwa Demo Anarkis
Pasca Putusan Kasus...
Pasca Putusan Kasus Demo Anarkhis, Tokoh Adat Minta Warga Papua Jaga Kedamaian
Negara Tidak Boleh Kalah,...
Negara Tidak Boleh Kalah, GM FKPPI Desak Investigasi Dugaan Makar
Kazakhstan Kacau, Presiden...
Kazakhstan Kacau, Presiden Tokayev Pecat 2 Petinggi Intelijen atas Tuduhan Makar
SETARA Institute Desak...
SETARA Institute Desak Pemerintah Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Demo Anarkis
Berita Terkini
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
KPK: OTT di BPK Terkait...
KPK: OTT di BPK Terkait Temuan Pengadaan Smart TV di Muara Enim
PTPN III Gandeng KPK...
PTPN III Gandeng KPK Bangun Integritas dan Cegah Korupsi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved