PKS Minta Pemerintah RI Unjuk Kekuatan Bela Etnis Rohingya

Kamis, 24 November 2016 - 11:15 WIB
PKS Minta Pemerintah...
PKS Minta Pemerintah RI Unjuk Kekuatan Bela Etnis Rohingya
A A A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Pemerintah Indonesia dan DPR mengambil peran aktif dalam menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

Menurut PKS, pemerintah dan militer Myanmar serta kelompok etnis Myanmar lainnya melakukan dan membiarkan kekerasan, pembunuhan massal, perampasan dan pengusiran terhadap etnis Rohingya di Rakhine State (Arakan), Myanmar.

PKS menyatakan mengecam tindakan kekerasan, pembunuhan massal, perampasan dan pengusiran terhadap etnis Rohingya yang dilakukan pemerintah dan militer Myanmar serta kelompok etnis Myanmar lainnya.

"Tindakan tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak bisa diterima oleh masyarakat Indonesia, negara-negara anggota ASEAN dan juga masyarakat internasional," tulis surat pernyataan DPP PKS yang diterima Sindonews, Kamis (24/11/2016).

PKS juga mendesak Pemerintah Republik Indonesia melakukan langkah-langkah pembelaan. Ada empat cara yang bisa ditempuh Indonesia menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya, yakni mengambil peran lebih aktif sebagai negara paling besar dan demokratis di ASEAN untuk memelihara stabilitas keamanan di kawasan ASEAN.

"Mendorong pimpinan negara-negara ASEAN untuk terus mendesak Pemerintah Myanmar agar menghentikan tindakan kekerasan, pembunuhan massal, perampasan dan pengusiran terhadap etnis Rohingya di Arakan," tulis PKS.

Pemerintah Indonesia juga dinilai bisa memperjuangkan kembali kembali secara legal konstitusional status etnis Rohingya di Arakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari warga negara Myanmar.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga bisa mendorong negara-negara anggota ASEAN lainnya berpartisipasi memberikan fasilitas penampungan sementara bagi para pengungsi Rohingya yang terusir dari negerinya.

"Mendorong negara-negara Anggota ASEAN agar menjadikan masalah ini sebagai agenda perjuangan bersama di Dewan HAM ASEAN, PBB dan forum internasional lainnya," tulis PKS. (Baca juga: 150 Muslim Rohingya Dilaporkan Tewas dalam Operasi Pasukan Myanmar)

PKS juga mendesak Komisi I DPR dan Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI agar lebih aktif melakukan upaya diplomasi, antara lain dengan cara mndorong ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) untuk terlibat aktif mendesak Parlemen dan Pemerintahan Myanmar agar segera menghentikan tindakan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Partai berlambang bulan sabit kembar ini juga berharap Aung San Suu Kyi sebagai State Councellor of Myanmar yang merupakan penerima hadiah Nobel Perdamaian untuk berperan aktif menghentikan kekerasan, pembunuhan massal, perampasan dan pengusiran terhadap etnis Rohingya.

Sosok Aung San Suu Kyi yang dikenal oleh dunia internasional sebagai pejuang demokrasi seharusnya mampu mendorong terciptanya situasi yang lebih demokratis dan menghormati hak-hak etnis Rohingya untuk hidup sebagai bagian dari warga negara Myanmar.

PKS juga menyerukan seluruh rakyat Indonesia senantiasa mendoakan dan memberikan bantuan kepada etnis Rohingya agar diberikan keselamatan dan kedamaian. "Serta tidak terprovokasi oleh hal-hal yang menimbulkan dampak keamanan dan ketertiban di Indonesia," demikian isi surat pernyataan PKS.
(dam)
Berita Terkait
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
24 Pengungsi Rohingya...
24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia
Bantu Pengungsi Rohingnya...
Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB
Berita Terkini
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved