PKS Minta Kapolri Tak Gegabah Kaitkan Demo dengan Makar

Rabu, 23 November 2016 - 09:51 WIB
PKS Minta Kapolri Tak...
PKS Minta Kapolri Tak Gegabah Kaitkan Demo dengan Makar
A A A
JAKARTA - ‎Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengingatkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian tidak gegabah mengaitkan rencana demonstrasi rakyat dengan sinyalemen penggulingan kekuasaan atau makar. ‎

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini berpendapat,‎ mengambil keputusan yang salah bisa berakibat fatal bagi stabilitas politik dan keamanan bahkan perjalanan bangsa ke depan.

"Kapolri tidak boleh gegabah mengaitkan demonstrasi yang akan digelar, dengan makar. Ini tuduhan serius," ujar Jazuli dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Rabu (23/11/2016). (Baca juga: Penjelasan Kapolri Soal Rencana Aksi 2 Desember dan Agenda Makar)

Menurut dia, ‎pengaitan tersebut seharusnya berdasarkan atas informasi intelijen yang akurat dan objektif. Sebagai lembaga penegak hukum, lanjut Jazuli, bahkan tuduhan tersebut tidak boleh berhenti sampai di situ, tapi harus diproses dan dibuktikan.

‎"Polri adalah lembaga penegak hukum, bukan lembaga politik. Tuduhan makar harus bisa diproses dan dibuktikan agar tidak menimbulkan keresahan publik. Jika tidak, tuduhan itu bisa politis dan liar serta memecah belah masyarakat," tuturnya.

Dia menambahkan, ‎sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, Polri hendaknya dapat membedakan antara penyampaian pendapat di muka umum dan tindakan makar. Sebab, lanjut dia, ‎penyampaian pendapat di muka umum jelas dilindungi konstitusi.

"Saya berharap sumber intelijen akurat dan objektif agar tidak salah dalam mengambil keputusan dan langkah," ungkapnya.

Anggota Komisi I DPR ini ‎mengingatkan efek keputusan penentu kebijakan itu sangat besar. Kalau tidak hati-hati, kata dia, bisa menimbulkan masalah buat rakyat dan negara ke depan. ‎

"Sekali lagi jangan gegabah. Kita harus jaga NKRI, kita harus jaga merah putih, kita harus jaga Pancasila dan UUD 1945," kata Anggota DPR dari daerah pemilihan Banten ini.
(dam)
Berita Terkait
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
Emak-emak Geruduk Balai...
Emak-emak Geruduk Balai Desa, Tuntut Penuntasan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Keterbelakangan Mental
Komnas PA Minta Pelaku...
Komnas PA Minta Pelaku Persetubuhan 2 Anak Kandung Dihukum Berat
Ini Modus Bos Jasa Keuangan...
Ini Modus Bos Jasa Keuangan Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 2 Sekretarisnya
Astaga, Guru Ngaji di...
Astaga, Guru Ngaji di Pringsewu Tega Jejali 2 Muridnya Obat Perangsang Hingga Kejang-kejang
Lakukan Pelecehan Seksual...
Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 2 Sekretaris, Bos Jasa Keuangan Ini Diciduk Polisi
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved