Wiranto Minta Demokrat Jangan Bikin Panas Keadaan
Jum'at, 18 November 2016 - 13:08 WIB
Wiranto Minta Demokrat Jangan Bikin Panas Keadaan
A
A
A
JAKARTA - Politikus Senior Partai Demokrat, Amir Syamsuddin meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal itu dilakukan agar tidak ada prasangka buruk di masyarakat, apalagi dalam kondisi yang dinilai memanas sekarang ini.
Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator bidang Politik, hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta, agar Demokrat tidak memanas-manasi.
"Artinya jangan memanas-panasi diri sendiri. Saya kira lebih baik kita sudah paham keadaan seperti ini enggak boleh dipanas-panasin lagi," ujar Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/11/2016).
Wiranto menilai, pertemuan politik bisa dilakukan kapan saja tanpa menunggu suasana panas. Dia yakin, tokoh politik sadar bahwa suasana berlangsung kondusif dan arah pembangunan yang dicanangkan pemerintah bisa dilanjutkan.
Menurutnya, tokoh politik dan seluruh anak bangsa punya tanggung jawab yang sama untuk merawat negeri ini menjadi aman. Maka itu tokoh politik disarankan cukup membuat pernyataan yang bisa membuat sejuk masyarakat.
"Tatkala sudah dijawab oleh proses hukum, ya kita tunggu saja. Sudah terbukti, pemerintah saya katakan menjamin tidak akan intervensi. Keadilan kita tegakkan," ungkapnya.
Sebelumnya, Amir Syamsuddin meminta Jokowi bertemu Presiden ke-6 SBY. Pihaknya mengaku membuka peluang jika Jokowi mau bertemu SBY seperti halnya Jokowi bertemu Ketua umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Amir menilai, jika Jokowi dan SBY bertemu maka bisa meredam situasi politik. Apalagi saat ini situasi sudah semakin memanas.
"Semua niat baik itu tidak akan merugikan. Bagus semua, terlebih suasana politik demikian tinggi dan nyaris terbakar, tentu setiap langkah akan membuat redam," kata Amir kepada wartawan.
Hal itu dilakukan agar tidak ada prasangka buruk di masyarakat, apalagi dalam kondisi yang dinilai memanas sekarang ini.
Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator bidang Politik, hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta, agar Demokrat tidak memanas-manasi.
"Artinya jangan memanas-panasi diri sendiri. Saya kira lebih baik kita sudah paham keadaan seperti ini enggak boleh dipanas-panasin lagi," ujar Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/11/2016).
Wiranto menilai, pertemuan politik bisa dilakukan kapan saja tanpa menunggu suasana panas. Dia yakin, tokoh politik sadar bahwa suasana berlangsung kondusif dan arah pembangunan yang dicanangkan pemerintah bisa dilanjutkan.
Menurutnya, tokoh politik dan seluruh anak bangsa punya tanggung jawab yang sama untuk merawat negeri ini menjadi aman. Maka itu tokoh politik disarankan cukup membuat pernyataan yang bisa membuat sejuk masyarakat.
"Tatkala sudah dijawab oleh proses hukum, ya kita tunggu saja. Sudah terbukti, pemerintah saya katakan menjamin tidak akan intervensi. Keadilan kita tegakkan," ungkapnya.
Sebelumnya, Amir Syamsuddin meminta Jokowi bertemu Presiden ke-6 SBY. Pihaknya mengaku membuka peluang jika Jokowi mau bertemu SBY seperti halnya Jokowi bertemu Ketua umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Amir menilai, jika Jokowi dan SBY bertemu maka bisa meredam situasi politik. Apalagi saat ini situasi sudah semakin memanas.
"Semua niat baik itu tidak akan merugikan. Bagus semua, terlebih suasana politik demikian tinggi dan nyaris terbakar, tentu setiap langkah akan membuat redam," kata Amir kepada wartawan.
(maf)