Nuning: Penanganan Terorisme Tidak Intergratif

Selasa, 15 November 2016 - 17:04 WIB
Nuning: Penanganan Terorisme...
Nuning: Penanganan Terorisme Tidak Intergratif
A A A
JAKARTA - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas mengecam peristiwa peledakan di depan rumah ibadah di Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu 13 November 2016.

"Kita semua marah dan mengecam teror di Samarinda hingga menewaskan seorang anak kecil bernama Intan. Teror di negara kita patah tumbuh hilang berganti. Pemikiran radikal harus segera dicegah tangkal," ujar Susaningtyas atau biasa disapa Nuning, Selasa (15/11/2016).

Dia menilai, fenomena aksi terorisme tidak bisa dipandang sebatas persoalan ideologis, tetapi juga persoalan ketidakseimbangan sosiologis. Hal tersebut dinilai bisa menimbulkan kesenjangan ekonomi, pendidikan, dan represi politik.

"Ideologi hanya berperan sebagai faktor mobilisasi massa. Sayangnya selama ini kita melihat penanganan terorisme tak integratif dari hulu hingga hilir, juga tidak ada penelitian (research) yang mendalami embrio terorisme di Indonesia," katanya.

Sementara pemberitaan oleh media sejauh ini hanya membahas kejadian dan tindakan represif aparat, tidak melihat secara holistik.

Menurut Nuning, pencegahan dan penanggulangan terorisme harus dilakukan secara integral dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama, sosial budaya dan pendidikan serta departemen-departemen terkait sosial, agama, pendidikan termasuk 17 kementerian terkait.

Tidak hanya itu, mantan anggota Komisi I DPR ini juga mengimbau agar proses deradikalisasi harus menggunakan pendekatan yang tepat, di antaranya pendekatan sosial budaya.

Termasuk mengajak masyarakat berperan aktif mengawasi lingkungannya agar terbebas dari paham radikal di antara warga setempat.

"Proses pelaporan identitas warga juga harus kembali dibenahi dan dijalankan dengan baik. Jadi kita tidak dapat menyalahkan Polri,TNI, BIN dalam menilai keberadaan terorisme di negara kita, seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu melawan terorisme ini," tuturnya.

Penanganan terorisme dan radikalisme dengan program khusus pemerintah untuk membangun ketahanan masyarakat dan bangsa mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, dengan semangat Bhineka Tunggal Ika untuk pembinaan dan pengawasan, meningkatkan kepedulian dan toleransi dimana beberapa tahun belakangan ini sudah kehilangan rohnya.
(dam)
Berita Terkait
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Ngeri! OTK Lempar Bom...
Ngeri! OTK Lempar Bom Molotov ke Asrama Mahasiswa di Makassar, 1 Mahasiswi Terluka
Ancaman Bom Dikirim...
Ancaman Bom Dikirim Pelaku ke 10 Sekolah di Depok via Email, Ternyata Begini Isinya
10 Sekolah di Depok...
10 Sekolah di Depok Diteror Bom, Gegana Langsung Menyisir
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
Berita Terkini
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved