Soal Kasus Ahok, PKS: Hormati Komitmen Wapres dan Kapolri

Minggu, 06 November 2016 - 09:26 WIB
Soal Kasus Ahok, PKS:...
Soal Kasus Ahok, PKS: Hormati Komitmen Wapres dan Kapolri
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR meminta masyarakat, khususnya umat Islam bersabar menanti janji penegakan hukum kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pasalnya, sudah ada kesepakatan yang dicapai utusan pengunjuk rasa dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk menyelesaikan kasus tersebut dalam waktu dua pekan.

"Kemarin utusan demonstran sudah diterima Pak Wapres. Kita harus apresiasi Bapak Jusuf Kalla yang mau menerima utusan demonstran beserta Bapak Kapolri yang sudah berjanji akan memproses saudara Ahok yang diduga menistakan Alquran dalam waktu dua pekan selesai," kata Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini di Jakarta, Sabtu 5 November 2016 seperti dalam siaran pers Fraksi PKS.

Dengan menunjukkan sikap bersabar, kata dia, seluruh komponen umat dan warga negara menghormati janji dan komitmen Wapres dan Kapolri."Kita harus sabar dahulu. Mudah-mudahan aparat penegak hukum bisa dengan adil, objektif dan arif bijaksana dalam menegakan hukum di negeri ini," tutur Jazuli.

Jazuli mengapresiasi aksi demonstrasi pada Jumat lalu yang secara umum berjalan kondusif, lancar, dan damai. "Saya hadir memantau di lokasi demo. Subhanallah sepanjang siang hingga sore hari demonstrasi berjalan tertib dan damai," ungkap Jazuli.

Menurut dia, jumlah pengunjuk rasa yang mencapai jutaan orang menunjukkan betapa serius masalah penodaan agama dan perhatian umat Islam Indonesia, terkait penegakan hukum yang tegas dan adil terhadap kasus ini.

"Luar biasa dengan jumlah demikian besar dan terbesar sepanjang sejarah penyampaian pendapat di muka umum di Indonesia, demonstrasi relatif aman terkendali," kata Anggota Komisi I DPR RI ini.

Namun, Jazuli cukup menyesalkan adanya sedikit konflik pada petang hari. Dia menilai ada beberapa kemungkinan pemicu hal tersebut. "Pertama pedemo kecewa karena harapannya sudah besar ingin bertemu Presiden Jokowi tapi harapan itu tidak dipenuhi," ungkap Jazuli.

Dia yakin jika Presiden bersedia menemui pedemo maka tidak akan ada yang berperilaku di luar batas. Apabila Jokowi menemui pedemo, kaa dua, situasi akan sangat positif dan kondusif.

Hal itu terlihat ketika utusan pedemo bertemu JK. Tuntutan pedemo tidak berubah, yakni meminta Basuki Tjahaja Purama yang diduga melakukaan penistaan agama agar segera diproses hukum.

"Pemicu kedua, bisa jadi ada penyusup dan provokator makanya terjadinya ricuh sudah malam karena sudah tidak lagi bisa terlihat dengan jelas siapa melakukan apa," kata Jazuli.

Jazuli mengatakan, pernah mewanti-wanti agar pengunjuk rasa waspada. Begitu pula dengan aparat, dia meminta agar mampu mendeteksi secara teliti mana provokator dan mana pengunjuk rasa.

"Kalau aparat salah mengidentifikasi dan menangani ini, bisa fatal akibatnya. Aparat semestinya tidak mudah terprovokasi situasi, harus cermat dan lebih bijak, " kata Jazuli.
(dam)
Berita Terkait
Cuaca Ekstrem Mengancam,...
Cuaca Ekstrem Mengancam, Jabar Siaga I Bencana sejak November 2020 hingga Mei 2021
Warning! 4 Gunung Berapi...
Warning! 4 Gunung Berapi di Indonesia Berstatus Siaga
Aliansi BEM SI Orasi...
Aliansi BEM SI Orasi di Bundaran Patung Kuda, TNI-Polri Siaga
AASB Serukan Buruh Siaga...
AASB Serukan Buruh Siaga untuk Aksi Demo Selanjutnya
Komisi I DPR Sebut Surpres...
Komisi I DPR Sebut Surpres Panglima TNI Dikirim Awal November
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen November Turun
Berita Terkini
Tinjau Tambak Lorok,...
Tinjau Tambak Lorok, Wali Kota Agustina Siapkan Penanganan untuk Kurangi Dampak Rob
Menko Polkam Ajak Semua...
Menko Polkam Ajak Semua Penegak Hukum Kedepankan Kepentingan Bangsa: Tidak Perlu Ada Suasana Memanas
KPK Duga Rumah Jampidsus...
KPK Duga Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Atas Nama Orang Lain
Sekolah Garuda, Asa...
Sekolah Garuda, Asa bagi Anak Cerdas Kurang Mampu Raih Masa Depan
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, PDIP Dukung Proses Hukum Berkeadilan
Prabowo: Banyak yang...
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved