Demo Penistaan Agama, PKS Minta Aparat Jangan Represif
Jum'at, 04 November 2016 - 08:59 WIB
Demo Penistaan Agama, PKS Minta Aparat Jangan Represif
A
A
A
JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta aparat Kepolisian dan TNI tidak bertindak represif kepada para demonstran. Mereka yang melakukan aksi demonstrasi masih warga negara Indonesia.
Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini berharap aparat Kepolisian dan TNI yang bertugas bisa melindungi dan menjaga seluruh warga, khususnya yang berdemonstrasi agar nyaman dan aman.
"Mereka bukan musuh tentara dan polisi tapi mereka bangsa kita sendiri," ujar Jazuli dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Jumat (4/11/2016).
Anggota DPR dari Dapil Banten III ini mengingatkan jika aparat tidak cermat dan hati-hati dalam menangani demonstran dikhawatirkan akan menimbulkan situasi tidak kondusif. Menurutnya aksi demonstrasi hari ini bertujuan meminta aparat penegak hukum bersikap profesional dalam menegakan hukum.
"Jangan perlakukan beda antara rakyat jelata dan pejabat dalam mengakkan hukum," ucapnya.
Dia menambahkan, siapapun warga negara yang diduga melanggar hukum dengan melakukan penodaan tehadap kesucian suatu agama dan keyakinan yang telah diakui negara, harus diproses secara hukum tanpa memandang status dan jabatannya. (Baca: Helikopter Seliweran Sekitar Istana, TNI Bilang Situasi Kondusif)
"Saya punya keyakinan jika proses hukum dijalankan dengan baik terhadap siapapun yang terduga melanggar hukum pasti bisa mengurangi tensi ketegangan. Bahkan bisa mewujudkan ketentraman dalam kehidupan masyarakat," katanya.
Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini berharap aparat Kepolisian dan TNI yang bertugas bisa melindungi dan menjaga seluruh warga, khususnya yang berdemonstrasi agar nyaman dan aman.
"Mereka bukan musuh tentara dan polisi tapi mereka bangsa kita sendiri," ujar Jazuli dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Jumat (4/11/2016).
Anggota DPR dari Dapil Banten III ini mengingatkan jika aparat tidak cermat dan hati-hati dalam menangani demonstran dikhawatirkan akan menimbulkan situasi tidak kondusif. Menurutnya aksi demonstrasi hari ini bertujuan meminta aparat penegak hukum bersikap profesional dalam menegakan hukum.
"Jangan perlakukan beda antara rakyat jelata dan pejabat dalam mengakkan hukum," ucapnya.
Dia menambahkan, siapapun warga negara yang diduga melanggar hukum dengan melakukan penodaan tehadap kesucian suatu agama dan keyakinan yang telah diakui negara, harus diproses secara hukum tanpa memandang status dan jabatannya. (Baca: Helikopter Seliweran Sekitar Istana, TNI Bilang Situasi Kondusif)
"Saya punya keyakinan jika proses hukum dijalankan dengan baik terhadap siapapun yang terduga melanggar hukum pasti bisa mengurangi tensi ketegangan. Bahkan bisa mewujudkan ketentraman dalam kehidupan masyarakat," katanya.
(kur)