SBY Nilai Kasus Pembunuhan Munir Coreng Demokrasi Era Megawati

Selasa, 25 Oktober 2016 - 15:35 WIB
SBY Nilai Kasus Pembunuhan...
SBY Nilai Kasus Pembunuhan Munir Coreng Demokrasi Era Megawati
A A A
JAKARTA - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, merupakan kejahatan serius dan mencoreng demokrasi era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Diketahui, Munir meninggal di atas pesawat Garuda ‎dengan Nomor GA-974 ketika sedang menuju Amsterdam untuk melanjutkan kuliah pascasarjana, pada 7 September 2004 atau di era Pemerintahan Megawati.

‎"Kejahatan yang mengakibatkan meninggalnya aktivis HAM Almarhum Munir adalah kejahatan yang serius, sebenarnya mencoreng demokrasi kita waktu itu," kata SBY saat jumpa pers di Kediamannya, Puri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/10/2016).‎

Sehingga kata SBY, kasus pembunuhan Munir itu menjadi perhatian masyarakat Indonesia maupun dunia. Maka itu, dirinya memastikan langkah yang telah dilakukan era pemerintahannya merupakan tindakan serius dan sungguh-sungguh.

"Utamanya dalam konteks penegakan hukum," tutur Ketua Umum Partai Demokrat ini.

SBY pun menjelaskan, apa yang dilakukan di era pemerintahannya dalam mengusut kasus pembunuhan Munir sudah sesuai dengan batas kewenangan ‎pejabat eksekutif, serta kewenangan yang dimiliki penyelidik, penyidik dan penuntut.

"Jika masih ada yang menganggap sekarang ini, keadilan sejati belum terwujud, saya mengatakan selalu ada pintu untuk mencari kebenaran," paparnya.

‎SBY juga mengatakan, selalu ada pintu untuk mendapatkan atau mencari kebenaran yang sejati jika masih ada kebenaran yang dianggap belum terkuak.

Dalam kesempatan jumpa pers itu, SBY didampingi sejumlah mantan pejabat di era pemerintahannya. Yakni, mantan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, mantan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto.

Kemudian ikut jumpa pers itu mantan Kapolri Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar dan mantan Ketua TPF kasus Munir Marsudi Hanafi.‎
(maf)
Berita Terkait
Aksi Soliditas untuk...
Aksi Soliditas untuk Munir
Aksi 21 Tahun Kasus...
Aksi 21 Tahun Kasus Munir: Aktivis Desak Komnas HAM Tetapkan Pelanggaran Berat HAM
KASUM Harap Meninggalnya...
KASUM Harap Meninggalnya Pollycarpus Tidak Menghentikan Penyelesaian Kasus Munir
Suciwati Ungkap Fatka-fakta...
Suciwati Ungkap Fatka-fakta Kematian Munir ke Komnas HAM
Refleksi Mengenang Kematian...
Refleksi Mengenang Kematian Munir
Aksi Kamisan Mengenang...
Aksi Kamisan Mengenang 18 Tahun Kematian Kasus Munir
Berita Terkini
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved