Indonesia Butuh SDM dengan Skill Masa Depan

Senin, 24 Oktober 2016 - 18:48 WIB
Indonesia Butuh SDM...
Indonesia Butuh SDM dengan Skill Masa Depan
A A A
JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali mengatakan Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber di acara Rembuk Nasional 2015 yang membahas Pembangunan Manusia dan Pendidikan Vokasi di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (24/10/2016), seperti dalam siaran pers kepada Sindonews.

"Di negara maju, banyak anak yang begitu riang dan bersemangat ketika pergi dan pulang sekolah. Sementara, di Indonesia banyak anak yang sakit perut ketika pulang sekolah," ujar Rhenald berseloroh.

Dia menjelaskan, pada tahun 2012 Indonesia merupakan kekuatan ekonomi terbesar nomor 12 dengan 19% populasi di atas rata2 nasional."Pada 2030 kita akan lebih banyak ke dalam jasa, dan sektor yang menggunakan teknologi tinggi," paparnya.

Oleh karena itu, kata dia, perlu sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masa depan. "Pengangguran tidak terlalu banyak di Indonesia. Namun yang mengkhawatirkan adalah pengangguran tersebut didominasi oleh pemuda," ucapnya.

Hal tersebut, lanjutnya, disebabkan karena para generasi muda kurang memiliki keterampilan (skill). "Mereka merasa tidak punya cukup kreativitas dalam bekerja. Kita perlu membekali generasi muda dengan kompetensi yang sesuai tuntutan kerja di dalam persaingan global modern," tutur Rhenald.

Rhenald menilai berbagai kompetensi tersebut harus ditanamkan dengan mengedepankan kearifan budaya, moral, etika dan rasa nasionalisme. "Kemudian tantangannya adalah pendidikan dasar di Indonesia, yang sangat oriented tanpa pembekalan soft skill," katanya.

Dia mengatakan, skill yang diperlukan adalah dalam mengolah langsung apa yang bisa dilakukannya. "Mereka perlu mengetahui potensi, dan kemudian mengembangkannya," ucapnya.

Hal senada disampaikan penulis buku Revolusi Sistem Pendidikan Nasional, Bayu Prawira. Menurut Bayu, formula yang diperlukan untuk pendidikan masa depan adalah ilmu pengetahuan, soft skill, kepemimpinan yang kemudian dibungkus etika.

"Pertanyaannya, bagaimana mencapai formula tersebut?" katanya.

Menurut dia, saat ini tantangan utama pendidikan Indonesia adalah letak geografi. "Untuk menyalurkan guru ke daerah itu cukup berat. Kita harus menggunakan e-learning sebagai media pembelajaran mulai dari kelas 1 SD agar mereka independen," tutur Bayu.
(dam)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Lantik Pengurus Golkar...
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Instruksikan Konsolidasi dan Tambah Kursi Legislatif
Belum Ditahan, di Mana...
Belum Ditahan, di Mana Febrie Adriansyah usai Jadi Tersangka Korupsi?
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved