Bareskrim Telusuri Aliran Dana Terkait Kasus Beras Oplosan

Rabu, 19 Oktober 2016 - 15:34 WIB
Bareskrim Telusuri Aliran...
Bareskrim Telusuri Aliran Dana Terkait Kasus Beras Oplosan
A A A
JAKARTA - Badan Reserse Kriminal Polri menelusuri dugaan adanya aliran dana dari PT DSU ke Badan Urusan Logistik (Bulog) terkait kasus beras oplosan.

"Itu sedang kita telusuri. Kalau memang menyangkut arus barang maka akan kita dalami. Kemudian terkait arus uang nanti kita lihat," tutur Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigadir Jenderal Polisi Agung Setya di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Bareskrim juga mengusut kemungkinan adanya pemalsuan dokumen terkait perizinan PT DSU agar dianggap bisa mendapat beras Bulog. "Sebenarnya dokumen yang digunakan PT DSU tidak sesuai dengan ketentuan artinya itu ilegal," kata Agung.

Bareskrim telah menetapkan lima orang tersangka tersangka kasus pengoplosan beras Bulog di gudang beras Pasar Induk Cipinang. Kelima tersangka itu adalah Kepala Bulog DKI Jakarta-Banten Agus Dwi Indrianto, kemudian empat orang lain berinisial CS, MGS, GID, dan S alias A.

Kelimanya sudah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya untuk selama 20 hari. "Sudah resmi kita tahan untuk penahanan selama 20 hari ke depan," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Polisi Agung Setya, Jumat (14/10/2016). (Baca juga: Kepala Bulog DKI Jakarta-Banten Jadi Tersangka Kasus Beras Oplosan)

Kasus ini terungkap setelah penyidik Bareskrim menangkap A, seseorang yang kedapatan sedang mengoplos beras dengan cara mencampur beras Bulog dengan beras lokal. Beras oplosan itu akan dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram.

Dalam penggerebekan yang dilakukan di gudang beras Pasar Induk Cipinang, penyidik berhasil menemukan 152 ton beras Bulog dan sepuluh ton beras curah merek Palm Mas dari Demak dan sepuluh ton beras yang sudah dioplos.

Berdasakan pemeriksaan A, penyidik berhasil mengumpulkan informasi yang mengarah kepada Kepala Bulog Jakarta-Banten. Karena itu, penyidik melakukan penangkapan terhadap Kepala Bulog Jakarta-Banten Agus Dwi Indrianto di Kantor Divre Bulog, Jalan Perintis Kemerdekaan.
(dam)
Berita Terkait
Emak-emak di Mataram...
Emak-emak di Mataram Minta Firli Bongkar Mafia Beras
Kecewa dengan Impor...
Kecewa dengan Impor Beras, Ini Desakan Petani ke Firli Bahuri
Mafia Impor Diduga Incar...
Mafia Impor Diduga Incar Cuan Rp3 Triliun di Balik Kebijakan Impor Beras
Prabowo Tegaskan Komitmennya...
Prabowo Tegaskan Komitmennya Berantas Mafia Pangan: Rp100 Triliun Kerugian Negara Setiap Tahun
Buka Motif Mafia Pangan...
Buka Motif Mafia Pangan Manipulasi Data Stok Beras, Mentan Amran: Jangan Dizalimi Petani
Akui Praktik Mafia Beras...
Akui Praktik Mafia Beras Sudah Lama Terjadi, Bos Bulog: Percuma Ditangkap
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved