SBY Diminta Bantu Jokowi untuk Cari Dokumen TPF Munir yang Raib
Jum'at, 14 Oktober 2016 - 17:14 WIB
SBY Diminta Bantu Jokowi untuk Cari Dokumen TPF Munir yang Raib
A
A
A
JAKARTA - Mantan anggota tim pencari fakta (TPF) tewasnya aktivis HAM Munir Said, Hendardi menyarankan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY untuk membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan soal dugaan hilangnya dokumen TPF Munir.
"Jika SBY berbesar hati, maka sudah semestinya bantu Jokowi," kata Hendardi melalui keterangan tertulis kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (14/10/2016).
"Jelaskan di mana dokumen berada termasuk menjelaskan motivasi apa yang mendorong penghilangan dokumen," imbuh Hendardi.
Hal itu diungkapkan Hendardi, karena SBY secara langsung sudah menerima hasil TPF Munir yang diserahkan langsung oleh TPF pada tahun 2005.
Penyerahan dokumen itu didampingi beberapa orang, di antaranya Yusril Ihza Marhendra, Sudi Silalahi dan Andi Malarangeng.
Lanjut Hendardi, Presiden Jokowi juga dituntut menggunakan wewenangnya untuk meminta mantan anggota TPF Munir menjelaskan keberadaan dokumen itu.
"Sebenarnya Jokowi amat mampu minta jajarannya menjelaskan keberadaan laporan akhir TPF itu," pungkasnya.
"Jika SBY berbesar hati, maka sudah semestinya bantu Jokowi," kata Hendardi melalui keterangan tertulis kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (14/10/2016).
"Jelaskan di mana dokumen berada termasuk menjelaskan motivasi apa yang mendorong penghilangan dokumen," imbuh Hendardi.
Hal itu diungkapkan Hendardi, karena SBY secara langsung sudah menerima hasil TPF Munir yang diserahkan langsung oleh TPF pada tahun 2005.
Penyerahan dokumen itu didampingi beberapa orang, di antaranya Yusril Ihza Marhendra, Sudi Silalahi dan Andi Malarangeng.
Lanjut Hendardi, Presiden Jokowi juga dituntut menggunakan wewenangnya untuk meminta mantan anggota TPF Munir menjelaskan keberadaan dokumen itu.
"Sebenarnya Jokowi amat mampu minta jajarannya menjelaskan keberadaan laporan akhir TPF itu," pungkasnya.
(maf)