Indonesia Bisa Lakukan Banyak Strategi Cegah Penyanderaan

Rabu, 28 September 2016 - 08:14 WIB
Indonesia Bisa Lakukan...
Indonesia Bisa Lakukan Banyak Strategi Cegah Penyanderaan
A A A
JAKARTA - Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati menyatakan, banyak strategi yang bisa dilakukan negara Indonesia, guna mencegah terjadinya kembali penyanderaan warga negara Indonesia (WNI) di negara luar, terutama antisipasi penyanderaan dari kelompok Abu Sayyaf.

"Sebagaimana kita ketahui Indonesia sudah punya berbagai pengalaman di masa lalu. Indonesia punya pengalaman bebaskan hostage (penyanderaan) di luar negeri, Woyla dan MV Kudus," kata Susaningtyas saat dihubungi Sindonews, kemarin.

"Hal ini sebenarnya dapat dijadikan alasan dibangun suatu tim kerja yang terkoordinasi untuk hadapi kasus penyanderaan yang mungkin saja dimasa yang akan datang bisa terulang lagi. Ya sehingga kita siap menghadapinya," imbuhnya.

Dia juga menyebut hal itu termasuk dengan membangun sistem keamanan maritim yang holostik dan terintegrasi. Pertemuan antara pihak Indonesia, Filipina dan Malaysia pada 5 Mei 2016 lalu harus hasilkan nota bersama.

Diakuinya, nota bersama sebagai perjanjian yang dapat dijadikan pegangan saat hadapi masalah hostage dan berbagai keamanan di laut Indonesia terutama. "Harusnya keamanan Laut Sulawesi mencontoh keamanan di Selat Malaka, sehingga kontrolnya lebih luas dan siaga," jelasnya.

Dia juga mengimbau agar pembebasan yang telah dilakukan para sandera ini hendaknya jangan menjadi lahan klaim berbagai pihak. Karena menurutnya, hal itu akan menjadi kurang baik dimasa depan.

"Lobi-lobi yang dilakukan secara senyap dan berhasil patut dihargai. Namun memang bila dilakukan tebusan uang akan mengurangi nilai keberhasilan lobi (sebagian beranggapan dengan memberi tebusan makan berarti memberi support pada kelompok Abu Sayyaf)," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved