Dikritik Fadli Zon, Nusron Wahid Siap Lepas Jabatan
Senin, 26 September 2016 - 21:32 WIB
Dikritik Fadli Zon, Nusron Wahid Siap Lepas Jabatan
A
A
A
JAKARTA - Nusron Wahid tidak khawatir untuk melepaskan jabatannya sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
Sikap itu ditunjukan Nusron saat menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang memintanya mundur karena menjadi Ketua Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
Nusron mengaku siap mundur jika resmi terdaftar sebagai tim sukes oleh KPU DKI Jakarta dan disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kalau saya sudah resmi terdaftar jadi ketua tim di KPUD, otomatis saya mundur atau cuti. Tidak usah Fadli Zon minta saya memilih. Saya tahu undang-undang kok," kata Nusron di sela-sela acara Pertemuan Nasional I Legislatif dan Eksekutif Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (26/9/2016).
Mantan Ketua Umum GP Ansor itu mengaku gerah terhadap komentar banyak pihak yang cenderung menyudutkannya.
Nusron menambahkan, jabatan ketua tim sebenarnya masih berpeluang dijabat kader dari partai lain pendukung Ahok. "Apa sih hebatnya jadi ketua tim. Ketua tim pilgub lagi " ucap Nusron.
Beberapa waktu lalu Fadli Zon meminta Nusron untuk mundur dari jabatannya sebagai Kepala BNP2TKI jika menjadi ketua tim pemenangan Ahok pada Pilgub DKI Jakarta. Fadli menegaskan Nusron adalah pejabat negara yang digaji dengan uang rakyat.
Sikap itu ditunjukan Nusron saat menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang memintanya mundur karena menjadi Ketua Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
Nusron mengaku siap mundur jika resmi terdaftar sebagai tim sukes oleh KPU DKI Jakarta dan disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kalau saya sudah resmi terdaftar jadi ketua tim di KPUD, otomatis saya mundur atau cuti. Tidak usah Fadli Zon minta saya memilih. Saya tahu undang-undang kok," kata Nusron di sela-sela acara Pertemuan Nasional I Legislatif dan Eksekutif Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (26/9/2016).
Mantan Ketua Umum GP Ansor itu mengaku gerah terhadap komentar banyak pihak yang cenderung menyudutkannya.
Nusron menambahkan, jabatan ketua tim sebenarnya masih berpeluang dijabat kader dari partai lain pendukung Ahok. "Apa sih hebatnya jadi ketua tim. Ketua tim pilgub lagi " ucap Nusron.
Beberapa waktu lalu Fadli Zon meminta Nusron untuk mundur dari jabatannya sebagai Kepala BNP2TKI jika menjadi ketua tim pemenangan Ahok pada Pilgub DKI Jakarta. Fadli menegaskan Nusron adalah pejabat negara yang digaji dengan uang rakyat.
(dam)