Waspada, Toko Tak Berizin Berpotensi Jual Obat Palsu

Minggu, 18 September 2016 - 15:01 WIB
Waspada, Toko Tak Berizin...
Waspada, Toko Tak Berizin Berpotensi Jual Obat Palsu
A A A
JAKARTA - Maraknya peredaran obat palsu membuat masyarakat resah. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) didesak untuk membuat aturan tegas agar peredaran obat diatur menjadi satu pintu.

Masyarakat diimbau membeli obat secara resmi dengan resep dokter melalui apotek. Pasalnya banyak toko obat yang tidak mengantongi izin dan berpotensi menjual obat palsu. (Baca juga: Bareskrim Ungkap 42 Juta Obat-obatan Ilegal)

Obat asli dijual di apotek dengan standar distribusi yang tepat. Setiap obat yang dijual di apotek pasti disertai faktur pembelian.

Setelah tiga bulan kedaluarsa, maka obat dikembalikan ke distributor. “Apotek yang resmi, alurnya dari pabrik lalu distributor baru ke apotek. Ada faktur pembelian sehingga rantainya dijaga benar,” kata Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) Mahdi Jufri, Minggu (18/9/2016).

Untuk menghindari pemalsuan obat, lanjutnya, pihak pabrik biasa menaruh label hologram di tiap kemasan. Selain itu, obat asli pasti memiliki nomor registrasi (batch) untuk menjamin keamanan obat.

“Pabrik obat karena banyak dipalsukan mereka taruh hologram memang agak sedikit mahal supaya tak dipalsukan. Kita di apotek maka apoteker dikasih tahu ada perubahan kemasan. Lalu ada nomor batch. Jika ada efek samping tinggal tarik,” tuturnya.

Mahdi heran terhadap sistem distribusi obat di Indonesia. Di luar negeri, kata dia, obat dijual satu pintu hanya di apotek. “Di luar negeri mana ada obat dijual di toko kelontong atau supermarket. Satu pintu hanya di apotek. Berbeda betul dengan di Indonesia yang begitu bebas,” katanya.

Menurut dia, konsumen seringkali membeli obat sembarangan bukan di tempat resmi. Toko obat tidak berizin berpotensi menjual obat palsu. “Masyarakat kadang melihat yang penting murah. Paracetamol saja tidak boleh terlalu banyak, bisa gangguan fungsi hati, karena penjual warung dan toko obat kan tidak mengerti soal efek samping dan aturan pemakaian obat. Beda dengan apoteker,” katanya. (Baca juga: Berantas Obat Palsu, DPR Akan Perkuat BPOM)
(dam)
Berita Terkait
Pabrik Obat-obatan Ilegal...
Pabrik Obat-obatan Ilegal Digerebek Polisi di Malang, Temuannya Mengejutkan
Menelusuri Jejak Penggunaan...
Menelusuri Jejak Penggunaan Obat-obatan di Gua Afrika 15.000 Tahun Lalu
Kebutuhan Meningkat,...
Kebutuhan Meningkat, Indonesia Masih Impor Albumin dari Luar Negeri
Obat Vertigo yang Bisa...
Obat Vertigo yang Bisa Dibeli di Apotek, Apa Saja? Ini Daftarnya
BPOM Semarang Musnahkan...
BPOM Semarang Musnahkan Ribuan Dus Obat-obatan Tradisional Ilegal Senilai Rp230 Juta
Obat Diabetes Metformin...
Obat Diabetes Metformin Aman untuk Ginjal, Ini Bukti Penelitiannya
Berita Terkini
Mendagri Prihatin Kepala...
Mendagri Prihatin Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Padahal Sudah Retret-Pembekalan
Raih Doktor di Unair,...
Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia
Belajar dari Negara...
Belajar dari Negara Lain, Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Rugikan Media, Industri, dan Masyarakat
Beredar Isu Menteri...
Beredar Isu Menteri PU Dody Hanggodo Kena Reshuffle Agustus Mendatang, Istana Buka Suara
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan...
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Mantan Wakapolri Oegroseno...
Mantan Wakapolri Oegroseno Dipanggil soal Dugaan Korupsi Lahan, Kortastipikor: Masih Penyelidikan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved