Jadi Kepala BIN, Ini Tantangan Budi Gunawan

Minggu, 11 September 2016 - 01:08 WIB
Jadi Kepala BIN, Ini...
Jadi Kepala BIN, Ini Tantangan Budi Gunawan
A A A
JAKARTA - Pelantikan Budi Gunawan menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) mendapat sambutan baik dari berbagai kalangan.

Berbagai harapan pun disampaikan kepada Budi yang sebelumnya menjabat Wakapolri itu. “Saya secara pribadi menyampaikan selamat kepada Budi Gunawan untuk pos barunya di BIN. Semoga sukses untuk Budi Gunawan dan keluarga, dan juga jajaran BIN,” kata anggota Komisi I DPR Evita Nursanty kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 10 September 2016. (Baca juga: Budi Gunawan Jadi Kepala BIN, Kapolri Ucapkan Selamat)

Menurut Evita, BIN merupakan lini pertama sistem kaamanan nasional (national security system). Oleh karena itu, kata dia, BIN dituntut melakukan deteksi dini (early detection) dan peringatan dini (early warning) secara sepat dan tepat terhadap berbagai bentuk ancaman.

Untuk menjalankan tugas tersebut, kata Evita, BIN membutuhkan pemimpin yang objektif, berani dan profesional. “Jangan lupa BIN itu sebuah organisasi besar dan ada tim besar di sana dimana kepala BIN sebagai pemegang komandonya. Saya yakin Budi Gunawan mampu mengemban amanah ini, dan menjaga hubungan baik dengan semua pihak,” ucap anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini. (Baca juga: Budi Gunawan Jadi Kepala BIN, Jokowi Dinilai Ambil Keputusan Tepat)

Menurut dia, ada sejumlah tantangan besar yang dihadapi oleh Budi Gunawan ke depan antara lain membangun komunikasi dan koordinasi yang terbaik lintas-institusi intelijen negara.

Kemudian, sambung dia, melanjutkan tugas besar yang telah dirintis oleh Sutiyoso sebelumnya, yakni soal rekrutmen sumber daya manusia BIN, penguatan fungsi intelijen di luar negeri, dan penguatan sumber daya yang dimiliki untuk melakukan deteksi maupun peringatan dini.

Apalagi saat ini, kata dia, semakin marak penyalahgunaan akses media cyber seperti sabotase jaringan telekomunikasi, espionase satellite, terorisme, spionase, separatisme, pencurian data rahasia negara dan lainnya yang mengancam keamanan, dan kedaulatan nasional.

Dia mengatakan, kegiatan yang mengancam kepentingan dan keamanan nasional meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, dan sektor kehidupan masyarakat lainnya, termasuk pangan, energi, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

“Lalu soal intelijen ekonomi, karena kita membutuhkan perhatian besar bagi kemajuan perekonomian nasional,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
Perangi COVID-19, BIN...
Perangi COVID-19, BIN Semprotkan Disinfektan di Jalanan Ibukota
Uji Kelayakan dan Kepatutan...
Uji Kelayakan dan Kepatutan Kepala BIN
BIN Berbagi Sembako...
BIN Berbagi Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19
Deputi Intelijen Pengamanan...
Deputi Intelijen Pengamanan Aparatur di BIN Memang Sangat Dibutuhkan
BIN Gelar Vaksinasi...
BIN Gelar Vaksinasi Door to Door untuk Pelajar dan Masyarakat Umum di Gowa
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BIN Curiga Ada Misi Lain di Balik Penguntitan Habib Rizieq
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved