Kasus Obat Ilegal, Pemerintah Tak Belajar dari Kasus Vaksin Palsu

Kamis, 08 September 2016 - 09:48 WIB
Kasus Obat Ilegal, Pemerintah...
Kasus Obat Ilegal, Pemerintah Tak Belajar dari Kasus Vaksin Palsu
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR M Iqbal mengkritik pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atas beredarnya obat palsu di tengah masyarakat.

Iqbal menilai, pemerintah teledor dan tidak belajar dari kasus peredaran vaksin palsu yang sempat menggegerkan publik Indonesia.

"Pemerintah seharusnya berkaca dari kasus peredaran vaksin palsu dengan meningkatkan pengawasan. Agar kasus seperti obat palsu, vaksin palsu atau penggunaaan zat berbahaya di makanan tidak terjadi lagi di masa datang," kata Iqbal kepada Sindonews, Kamis (8/9/2016).

Menyikapi persoalan obat palsu dan vaksin palsu yang meresahkan masyarakat belakangan ini kata Iqbal, Komisi IX DPR telah membentuk panja vaksin dan obat palsu. Menurutnya, panja akan mencari akar masalah dari peredaran vaksin dan obat palsu di masyarakat.

"Apakah pengawasannya dari BPOM lemah atau kewenangannya masih terbatas. Nanti hasil panja menjadi rujukan untuk melakukan penguatan BPOM agar tidak terjadi tumpang tindih dengan Kementerian Kesehatan didalam pengawasan terhadap obat-obatan," ucap Iqbal.

Sebelumnya, Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri bersama BPOM berhasil menemukan lima gudang produksi dan distribusi obat ilegal di Balaraja-Tangerang dan Serang-Banten.

Dari kelima gudang tersebut ada sebanyak 42.440.000 butir pil ilegal yang siap untuk diedarkan dengan berbagai jenis di antaranya heximer, somadryl, carnophen, tramadol, thorexiphenydyl, dan obat tradisional ilegal.

"Ini penyidikan sudah sejak delapan bulan lalu dengan temuan awal di Kalimantan, lalu dikembangkan sehingga dapat langsung besar 42.440.000 butir obat," kata Wakabareskrim Irjen Antam Novambar di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa 6 September 2016.
(maf)
Berita Terkait
Pabrik Obat-obatan Ilegal...
Pabrik Obat-obatan Ilegal Digerebek Polisi di Malang, Temuannya Mengejutkan
Menelusuri Jejak Penggunaan...
Menelusuri Jejak Penggunaan Obat-obatan di Gua Afrika 15.000 Tahun Lalu
Obat Vertigo yang Bisa...
Obat Vertigo yang Bisa Dibeli di Apotek, Apa Saja? Ini Daftarnya
Kebutuhan Meningkat,...
Kebutuhan Meningkat, Indonesia Masih Impor Albumin dari Luar Negeri
Obat Diabetes Metformin...
Obat Diabetes Metformin Aman untuk Ginjal, Ini Bukti Penelitiannya
BPOM Semarang Musnahkan...
BPOM Semarang Musnahkan Ribuan Dus Obat-obatan Tradisional Ilegal Senilai Rp230 Juta
Berita Terkini
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Tiba di KPK usai Kena OTT
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved