Namanya Disebut dalam Persidangan, Kepala BNP2TKI Santai
Rabu, 07 September 2016 - 15:29 WIB
Namanya Disebut dalam Persidangan, Kepala BNP2TKI Santai
A
A
A
JAKARTA - Kasus dugaan suap pegawai PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Ariyanto Supeno kepada Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus Edy Nasution menyeret sejumlah nama. Beberapa di antaranya, Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2 TKI) Nusron Wahid dan mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi.
Nusron Wahid dan Yuddy Chrisnandi muncul dalam persidangan di Tipikor. Namun, Nusron Wahid menyikapi santai penyebutan nama di persidangan itu.
"Soal nama saya disebut dalam sidang kasus korupsi, ya enggak apa-apa. Wong disebut saja, kok pusing amat," ujar Nusron, Jakarta, Rabu (7/9/2016).
Politikus Partai Golkar ini menegaskan dirinya tidak kenal dengan terdakwa maupun saksi di persidangan tersebut. " Saya enggak ngerti," ucapnya. (Baca: Kasus Suap PN Jakpus, KPK Periksa 4 Saksi untuk Tersangka Doddy)
Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fitroh Rohcahyando membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Darmadji, sopir Doddy.
Dalam BAP itu pegawai PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Aryanto Supeno disebut sering menemui sejumlah pejabat negara. Dua nama pejabat saat itu adalah Yuddy Chrisnandi dan Nusron Wahid.
Nusron Wahid dan Yuddy Chrisnandi muncul dalam persidangan di Tipikor. Namun, Nusron Wahid menyikapi santai penyebutan nama di persidangan itu.
"Soal nama saya disebut dalam sidang kasus korupsi, ya enggak apa-apa. Wong disebut saja, kok pusing amat," ujar Nusron, Jakarta, Rabu (7/9/2016).
Politikus Partai Golkar ini menegaskan dirinya tidak kenal dengan terdakwa maupun saksi di persidangan tersebut. " Saya enggak ngerti," ucapnya. (Baca: Kasus Suap PN Jakpus, KPK Periksa 4 Saksi untuk Tersangka Doddy)
Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fitroh Rohcahyando membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Darmadji, sopir Doddy.
Dalam BAP itu pegawai PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Aryanto Supeno disebut sering menemui sejumlah pejabat negara. Dua nama pejabat saat itu adalah Yuddy Chrisnandi dan Nusron Wahid.
(kur)