Komjen Buwas Yakin Jokowi Tak Asal-asalan Tunjuk Budi Gunawan
Senin, 05 September 2016 - 20:14 WIB
Komjen Buwas Yakin Jokowi Tak Asal-asalan Tunjuk Budi Gunawan
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komjen Pol Budi Waseso yakin Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki pertimbangan matang dalam menunjuk Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Menurutnya, Presiden Jokowi menilai Budi Gunawan mampu menggantikan posisi Letjen TNI (Purn) Sutiyoso.
"Pasti sudah melalui berbagai penilaian, yang punya kemampuan. Tidak asal-asalan, ini menyangkut pejabat negara," ujar Budi Waseso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2016).
Pria yang akrab disapa Buwas ini pun menilai Budi Gunawan layak mengemban tugas sebagai Kepala BIN. "Beliau selama ini dalam tugas bagus, dalam hal membentuk jaringan sangat luar biasa ya. Jadi saya kira mumpuni," tutur mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri ini.
Dia pun menilai tak menjadi masalah kepala BIN berasal dari institusi Polri. Terlebih, mantan Kapolri Jenderal (Purn) Sutanto pernah menjabat Kepala BIN.
"Saya kira siapapun, tidak usah bicara Polri atau siapapun. Siapapun yang mampu saya kira layak dan bisa, itu yang harus kita lihat, kemampuan seseorang, bukan nanti asal-usul dari mana, toh kita berbicara untuk bangsa dan negara," tegasnya.
"Pasti sudah melalui berbagai penilaian, yang punya kemampuan. Tidak asal-asalan, ini menyangkut pejabat negara," ujar Budi Waseso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2016).
Pria yang akrab disapa Buwas ini pun menilai Budi Gunawan layak mengemban tugas sebagai Kepala BIN. "Beliau selama ini dalam tugas bagus, dalam hal membentuk jaringan sangat luar biasa ya. Jadi saya kira mumpuni," tutur mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri ini.
Dia pun menilai tak menjadi masalah kepala BIN berasal dari institusi Polri. Terlebih, mantan Kapolri Jenderal (Purn) Sutanto pernah menjabat Kepala BIN.
"Saya kira siapapun, tidak usah bicara Polri atau siapapun. Siapapun yang mampu saya kira layak dan bisa, itu yang harus kita lihat, kemampuan seseorang, bukan nanti asal-usul dari mana, toh kita berbicara untuk bangsa dan negara," tegasnya.
(kri)