Anggota DPR Diminta Beri Contoh untuk Tidak Merokok
Jum'at, 02 September 2016 - 16:54 WIB
Anggota DPR Diminta Beri Contoh untuk Tidak Merokok
A
A
A
JAKARTA - Masih banyaknya jumlah perokok aktif di Indonesia, harus menjadi perhatian dari pemerintah. Wakil Kepala Lembaga Demografis Universitas Indonesia (UI), Abdillah Ahsan menyampaikan, di Indonesia masih menganggap kegiatan merokok merupakan hal biasa.
"Karena merokok masih dianggap normal, jadi memberhentikan rokok agak susah," kata Abdillah dalam acara peluncuran iklan layanan masyarakat, mengenai bahaya rokok, di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta selatan, Jumat (2/9/2016).
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan mulai dari para pemimpin, kalangan atas. Karena para tokoh yang ada di Indonesia harus mulai mencontohkan agar masyarakatnya tidak ikut merokok.
Dia melihat, masih banyak tokoh seperti anggota DPR yang masih merokok harusnya bisa memberikan contoh kepada masyarakat, dengan tidak merokok di area DPR.
"Jangan merokok di Gedung DPR, itu iklan gratis bagi para industri rokok. Jangan merokok di Gedung DPR. Kan mereka itu tokoh, harus menjadi contoh di masyarakat," jelasnya.
Disampaikan juga, berdasarkan The Tobacco Atlas, 2015, lebih dari 217,400 orang di Indonesia meninggal akibat penyakit yang terkait dengan tembakau tiap tahunnya. Jumlah pria 19,8% dan wanita 8,1% yang meninggal karena penggunaan tembakau di negara ini.
"Karena merokok masih dianggap normal, jadi memberhentikan rokok agak susah," kata Abdillah dalam acara peluncuran iklan layanan masyarakat, mengenai bahaya rokok, di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta selatan, Jumat (2/9/2016).
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan mulai dari para pemimpin, kalangan atas. Karena para tokoh yang ada di Indonesia harus mulai mencontohkan agar masyarakatnya tidak ikut merokok.
Dia melihat, masih banyak tokoh seperti anggota DPR yang masih merokok harusnya bisa memberikan contoh kepada masyarakat, dengan tidak merokok di area DPR.
"Jangan merokok di Gedung DPR, itu iklan gratis bagi para industri rokok. Jangan merokok di Gedung DPR. Kan mereka itu tokoh, harus menjadi contoh di masyarakat," jelasnya.
Disampaikan juga, berdasarkan The Tobacco Atlas, 2015, lebih dari 217,400 orang di Indonesia meninggal akibat penyakit yang terkait dengan tembakau tiap tahunnya. Jumlah pria 19,8% dan wanita 8,1% yang meninggal karena penggunaan tembakau di negara ini.
(maf)