KPK Periksa Dua Tersangka Kasus Suap Hakim PN Kepahiang

Selasa, 09 Agustus 2016 - 10:17 WIB
KPK Periksa Dua Tersangka...
KPK Periksa Dua Tersangka Kasus Suap Hakim PN Kepahiang
A A A
JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempercepat penyelesaian berkas perkara tersangka suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Kepahiang, Bengkulu.

Hari ini, penyidik memeriksa dua tersangka kasus suap yang menyeret nama Ketua PN Kepahiang, Bengkulu tersebut. Keduanya adalah Anggota Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu bernama Toton dan Panitera Pengganti PN Bengkulu, Badaruddin Amsori Bachsin.

"Keduanya diperiksa sebagai tersangka penerima suap," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Selasa (9/8/2016).

Dalam kasus suap Hakim Pengadilan Tipikor Kepahiang, KPK telah menetapkan lima tersangka, yakni mantan Wakil Direktur Utama dan Keuangan RSUD M Yunus Bengkulu, Edi Santroni, dan mantan Kepala Bagian Keuangan RSUD M Yunus, Syafri Syafii.

Keduanya diduga berperan sebagai pihak pemberi suap. Sedangkan Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang Janner Purba bersama Hakim ad hoc Tipikor Pengadilan Negeri Kota Bengkulu, Toton diduga penerima suap. (Baca juga: KPK Telusuri Aliran Uang Kasus Suap Hakim PN Kepahiang)

Tersangka lain, Panitera Pengadilan Negeri Bengkulu, Badaruddin Amsori Bachsin alias Billy diduga mengatur administrasi proses perkara di pengadilan tersebut.

Perkara korupsi ini bermula saat Surat Keputusan Gubernur Nomor Z.17XXXVIII tentang Tim Pembina Manajemen RSUD M Yunus dikeluarkan. SK tersebut diduga bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Dewan Pengawas.

Dari Permendagri itu diketahui, badan layanan umum daerah tidak mengenal adanya Tim Pembina. Dalam kasus ini, negara diduga dirugikan sebesar Rp 5,4 miliar.
(dam)
Berita Terkait
Parah, 2 Oknum Hakim...
Parah, 2 Oknum Hakim PN Rangkasbitung Ditangkap saat Pesta Sabu
MKH Pecat Hakim Penerima...
MKH Pecat Hakim Penerima Suap Kepengurusan Perkara Dede Suryaman
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, 3 Hakim yang Menyidangkan Ronald Tannur Jadi Tersangka
Janjikan Bantu 11 Perkara,...
Janjikan Bantu 11 Perkara, Hakim Ad Hoc PHI Medan Diberhentikan Tidak Hormat
Menyedihkan, Hakim Paling...
Menyedihkan, Hakim Paling Banyak Terjerat Kasus Korupsi
Dieksekusi ke Lapas...
Dieksekusi ke Lapas Surabaya, Mantan Hakim Itong Masuk Sel Isolasi
Berita Terkini
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved