Tiru Soeharto, Jokowi Diminta Jembatani Abu Sayyaf-Filipina

Jum'at, 05 Agustus 2016 - 19:47 WIB
Tiru Soeharto, Jokowi...
Tiru Soeharto, Jokowi Diminta Jembatani Abu Sayyaf-Filipina
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta belajar dari Presiden RI kedua Soeharto. Jokowi diminta menjembatani kelompok bersenjata pimpinan Abu Sayyaf dengan Pemerintah Filipina.

Sebab, Presiden RI kedua Soeharto pernah ikut menyelesaikan konflik di Mindanau, Filipina. "Sebaiknya pemerintah Indonesia, pemerintah sekarang ya, itu belajar dari Presiden Soeharto," ujar Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/8/2016).

Menurut Tamliha, Soeharto pernah mengakomodasi keinginan Moro National Liberation Front (MNLF) untuk mendapatkan otonomi khusus dari Pemerintah Filipina. "Itu yang semestinya dilakukan pemerintah sekarang kepada Pemerintah Filipina, sehingga kelompok Abu Sayyaf merasa dibela," tutur politikus Partai Persatuan Pembangunan ini.

Apalagi, menurut dia, Indonesia merupakan salah satu negara muslim‎ terbesar di dunia. "Apalagi negara kita kan negara muslim terbesar di dunia, sangat tepat lah membela kelompk Abu Sayyaf itu dalam hal kepentingan untuk menjadi sebuah otonomi khusus di Pulau Sulu sana," ungkapnya.

Lagipula, lanjut dia, pemerintah pernah memberikan otonomi khusus kepada Aceh dan Papua. ‎"Sehingga tidak ada lagi yang memberontak itu," ucapnya.

Dia berpandangan, kelompok Abu Sayyaf tidak lagi disebut kelompok sepataris jika telah diberikan otonomi khusus. ‎"Kalau separatis itu kan orang yang ingin memisahkan dari negara induknya, itu yang terjadi di Papua dan Aceh," tuturnya.

Ditambahkannya, Pemerintah Filipina pun bisa merasa bersyukur jika Indonesia ikut menjembatani persoalan Abu Sayyaf tersebut.‎ "Saya mendengar ada kekecewaan mereka bahwa pemerintah kita sekarang ‎tidak seperti Pak Harto dulu yang mau terang-terangan membicarakannya di ASEAN, penyelesainnya mesti bisa diterima kedua belah pihak," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved