Buruh Kasar Asal China Masuk Indonesia, DPR Desak Bentuk Satgas

Rabu, 03 Agustus 2016 - 16:50 WIB
Buruh Kasar Asal China...
Buruh Kasar Asal China Masuk Indonesia, DPR Desak Bentuk Satgas
A A A
JAKARTA - DPR mendesak pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Warga Negara Asing. Desakan itu menyikapi masuknya tenaga kerja asal China ke Indonesia.

‎‎Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf mengatakan, satgas tersebut harus beranggotakan Kementerian Ketenagakerjaan, Polri, dan Direktorat Jenderal Imigrasi pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

‎"Komisi IX akan meminta pemerintah membuat Satgas Pengawasan Orang Asing, yang isinya polisi, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Imigrasi,‎" ujar Dede saat dihubungi, Rabu (3/8/2016).

Dia menjelaskan, satgas ‎tersebut dapat berfungsi melakukan pengecekan maupun pengawasan rutin secara berkala tentang keberadaan WNA di Indonesia, terutama yang bekerja di perusahaan-perusahaan tak terdaftar.

"Secara rutin itu dia (satgas) akan melakukan pemantauan-pemantauan terhadap pekerja-pekerja asing, yang itu belum dilakukan kembali oleh pemerintah, satgas itu perlu dibentuk kembali," tutur politikus Partai Demokrat ini.

Sebelumnya, ‎Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten mengamankan 70 tenaga kerja asing asal China yang diduga ilegal, karena tidak bisa menunjukan dokumen apapun. (Baca juga: Tidak Punya Paspor, 70 Pekerja Asal China Diamankan)

Informasi yang dihimpun, seluruh buruh yang dipekerjakan oleh PT Indonesia River Engenering itu sedang mengerjakan proyek pembangunan pabrik semen, di Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten.

Saat petugas meminta dokumen lengkap, seperti paspor, dan izin bekerja, para tenaga kerja kasar itu tidak bisa menunjukkannya. Kemudian, petugas langsung membawa 70 TKA tersebut ke Mapolda Banten untuk dimintai keterangan.
()
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
Ratusan Pekerja Rentan...
Ratusan Pekerja Rentan Dapat Bantuan Perlindungan Ketenagakerjaan
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Menaker Yassierli Menghadap...
Menaker Yassierli Menghadap Prabowo di Istana Bahas UMP 2025
Pengawas Ketenagakerjaan...
Pengawas Ketenagakerjaan Dukung Iklim Ketenagakerjaan Kondusif di Masa PPKM
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
Berita Terkini
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved