PKB Yakin Larangan Menteri Keluar Jakarta Bukan Sinyal Reshuffle
Senin, 25 Juli 2016 - 21:35 WIB
PKB Yakin Larangan Menteri Keluar Jakarta Bukan Sinyal Reshuffle
A
A
A
JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melihat larangan keluar Jakarta bagi para menteri oleh Presiden Joko Widodo bukan sinyalemen akan adanya perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja jilid II pada pekan ini.
PKB melihat larangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) murni karena akan digelarnya rapat kabinet paripurna pekan ini.
"Kalau kita dapat keterangan dari Pratikno (Menteri Sekretaris Negara), bahwa rapat ini memang rapat agak penting," ujar Anggota Dewan Syuro PKB Maman Imanulhaq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/7/2016). (Baca juga: Jokowi Minta Para Menteri Jangan Tinggalkan Jakarta)
Kendati demikian, kata dia, Menteri Sekretaris Negara Pratikno tidak mengetahui apakah ada reshuffle kabinet pada pekan ini atau tidak.
"Tetapi lebih kepada prioritas program-program yang memang harus lebih cepat dilakukan oleh para pembantu Presiden itu, PKB melihatnya ini hal yang biasa saja," tutur anggota Komisi VIII DPR ini.
Sehingga, lanjut dia, larangan dari Presiden Jokowi itu bukan karena akan ada reshuffle kabinet pekan ini. "Bukan, karena Presiden ke Yogyakarta tanggal 25 Juli, 26 Juli siang baru ada di Jakarta," ucapnya.
PKB melihat larangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) murni karena akan digelarnya rapat kabinet paripurna pekan ini.
"Kalau kita dapat keterangan dari Pratikno (Menteri Sekretaris Negara), bahwa rapat ini memang rapat agak penting," ujar Anggota Dewan Syuro PKB Maman Imanulhaq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/7/2016). (Baca juga: Jokowi Minta Para Menteri Jangan Tinggalkan Jakarta)
Kendati demikian, kata dia, Menteri Sekretaris Negara Pratikno tidak mengetahui apakah ada reshuffle kabinet pada pekan ini atau tidak.
"Tetapi lebih kepada prioritas program-program yang memang harus lebih cepat dilakukan oleh para pembantu Presiden itu, PKB melihatnya ini hal yang biasa saja," tutur anggota Komisi VIII DPR ini.
Sehingga, lanjut dia, larangan dari Presiden Jokowi itu bukan karena akan ada reshuffle kabinet pekan ini. "Bukan, karena Presiden ke Yogyakarta tanggal 25 Juli, 26 Juli siang baru ada di Jakarta," ucapnya.
(dam)