Komisi III DPR Soroti Rencana Kerja Kejaksaan Agung

Selasa, 14 Juni 2016 - 04:03 WIB
Komisi III DPR Soroti...
Komisi III DPR Soroti Rencana Kerja Kejaksaan Agung
A A A
JAKARTA - Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk tahun 2017‎ dikritik Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman. Sebab, Benny tak melihat keseriusan Kejagung memberantas korupsi pada RKA Korps Adhyaksa tahun 2017 itu.

"Jangan lupa bahwa ‎jantung penegakan hukum dalam hal ini pemberantasan korupsi, ada pada Kejaksaan Agung, itu harus kita catat itu, Pak," kata Benny di hadapan Jaksa Agung HM Prasetyo beserta jajarannya saat Rapat Kerja Komisi III DPR dengan Kejagung, Senin (13/6/2016).

Politikus Partai Demokrat ini pun mengingatkan bahwa didirikannya Komisi‎ Pemberantasan Korupsi (KPK) karena penegak hukum yang sudah ada belum bekerja maksimal.

"Mestinya ada kompetisi sehat kejaksaan dengan KPK dalam hal pemberantasan korupsi. Saya tidak melihat itu di dalam rencana kerja pemerintah Kejaksaan Agung untuk 2017," tutur Benny.

Dia berpendapat, seharusnya Kejagung mengalokasikan Rp1 miliar di tiap kabupaten/kota untuk pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus pemberantasan korupsi.‎

"Kalau ada 500 kabupaten/kota dikali Rp1 miliar kan cuma Rp500 miliar, saya yakin bisa," ucapnya.

Dia yakin seluruh anggota Komisi III DPR akan mendukung jika Kejagung mengalokasikan anggaran itu pada rencana kerja tahun 2017.‎ "Supaya jangan ada cerita jaksa naik ojek, jaksa kos," ungkapnya.

Jika itu dialokasikan, Jaksa Agung bisa memantau‎ dan bisa dievaluasi bersama pada akhir tahun. "Sehingga enggak ada lagi cerita jaksa ikut-ikut tender proyek, main-main dengan kasus, jadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, kan lucu, bukan kejaksaan yang melakukan OTT, tapi kejaksaan yang dijadikan target OTT, Pak," kata Benny.

‎Diketahui, pagu indikatif Kejaksaan tahun 2017 sebesar Rp4.636.775.337.000. "Kalau tadi totalnya Rp4,6 triliun, ya tambah Rp500 miiar lagi lah, jadi Rp5 triliun, bisa kalau Bapak Ibu di kejaksaan punya komitmen kolektif soal ini," kata dia.

Dengan demikian, dia yakin revolusi mental sebagaimana cita-cita Presiden Jokowi, khususnya di setiap kabupaten/kota, bisa tercipta‎.

"Partai-partai pendukung Jokowi tidak mengusulkan itu, kami partai penyeimbang mengusulkan itu, kadang kala teman-teman sudah dekat di dalam enggak bisa melihat, lupa, ya mungkin ada manfaatnya kami sebagai penyeimbang ini untuk mengingatkan ini yang Bapak Ibu lupa‎," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Polisi Lakukan Olah...
Polisi Lakukan Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung
Gedung Kejaksaan Agung...
Gedung Kejaksaan Agung Terbakar
Mengenal Perbedaan Mahkamah...
Mengenal Perbedaan Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung
Kejaksaan Agung Usulkan...
Kejaksaan Agung Usulkan Tambahan Anggaran Rp15,5 triliun
Berjuang Hampir 12 Jam,...
Berjuang Hampir 12 Jam, Akhirnya Petugas Damkar Berhasil Taklukkan Api di Kejagung
Kejaksaan, Institusi...
Kejaksaan, Institusi Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved