Perlu Biaya Rp2,5 M untuk Eksekusi Aset Perkara Supersemar

Jum'at, 03 Juni 2016 - 18:19 WIB
Perlu Biaya Rp2,5 M...
Perlu Biaya Rp2,5 M untuk Eksekusi Aset Perkara Supersemar
A A A
JAKARTA - Pelaksanaan eksekusi uang pengganti kerugian negara dari Yayasan Supersemar sebesar Rp4,4 trilun nyatanya membutuhkan biaya sebesar Rp2,5 miliar.

Menurut Jaksa Agung HM Prasetyo, besarnya biaya eksekusi uang pengganti menjadi salah satu hambatan utama Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melaksanakan eksekusi aset Yayasan Supersemar.

"Ya itu salah satunya, kita (Kejagung) akan coba untuk menjelaskan dan menceritakan kepada pihak yang memiliki kapasitas untuk bisa memberi bantuan dana itu," kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Prasetyo menambahkan, dana untuk eksekusi aset Yayasan Supersemar sangat diperlukan dan sangat penting. "Itu permintaan pengadilan yang memiliki kapasitas untuk melaksanakan putusan dan itu resmi," ujar Prasetyo.

Kasus ini berawal ketika Presiden Soeharto menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 1976 yang menentukan bank negara harus menyetor 50% dari 5% sisa laba bersihnya ke Yayasan Supersemar.

Sejak tahun 1976 hingga Soeharto lengser, Yayasan Supersemar mengantongi dana sejumlah US$ 420,000 dan Rp185 miliar. Namun, terjadi penyelewengan dana untuk membiayai pendidikan rakyat Indonesia itu.

Setelah rezim orde baru selesai, Kejaksaan Agung mewakili negara menggugat Yayasan Supersemar yang diketuai Soeharto atas dugaan melakukan perbuatan melawan hukum.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 27 Maret 2008 silam, mengabulkan gugatan Kejaksaan Agung dan menghukum Yayasan Supersemar membayar ganti kerugian kepada negara sejumlah US$ 105 juta dan Rp46 miliar.
(maf)
Berita Terkait
Cerita Mahfud MD dan...
Cerita Mahfud MD dan para Mantan Menteri Penerima Beasiswa Supersemar
Peristiwa Mencekam Usai...
Peristiwa Mencekam Usai Supersemar, 15 Menteri Bung Karno dan Perwira Militer Ditangkap
Detik-detik Menegangkan...
Detik-detik Menegangkan Terbitnya Supersemar, Soeharto Sakit Tenggorokan dan Bung Karno Tinggalkan Rapat Kabinet
Berita Terkini
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved