Agar Tak Salah Sasaran, Solidaritas Kemanusiaan Harus Transparan

Jum'at, 20 Mei 2016 - 19:33 WIB
Agar Tak Salah Sasaran,...
Agar Tak Salah Sasaran, Solidaritas Kemanusiaan Harus Transparan
A A A
JAKARTA - Solidaritas #SaveAleppo yang ramai di dunia maya sangat menggugah publik untuk peduli kepada para korban bom di Suriah akibat konflik berkepanjangan. Solidaritas tersebut merupakan aksi mulia yang menjadi misi kemanusiaan, tuntunan keagamaan dan, sebagai orang Indonesia, ini sesuai tujuan konstitusional yaitu ikut serta dalam perdamaian dunia.

Namun, solidaritas kemanusiaan yang digaungkan melalui solidaritas #SaveAleppo harus tetap transparan dan akuntabel. Harapannya agar bantuan yang disalurkan tidak salah sasaran. Apalagi Aleppo adalah kota yang menjadi basis kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"#SaveAleppo harus jelas terkait pengumpulan dananya dapat berapa, untuk siapa, dan digunakan untuk apa. Akuntabilitas dan transparansi perlu dilakukan, agar sumbangan tersebut sampai kepada yang berhak," ujar Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU Maman Imanulhaq, Jakarta, Jumat (20/5/2016).

Anggota komisi VIII DPR ini meminta, selain melakukan pengumpulan dan pengawalan penyaluran bantuan, publik harus mendorong pemerintah ikut serta dalam perdamaian di Timur Tengah dengan meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk aktif, dalam mendorong perdamaian di Suriah.

"Solidaritas kemanusiaan itu penting, tapi lebih penting bagaimana perdamaian bisa terwujud di Suriah. Kita harus lebih gencar lagi meminta PBB turun tangan. Tanpa solidaritas perdamaian, serta turun tangan PBB, konflik di Suriah tidak akan pernah selesai," ucapnya. (Baca: Bantuan Suriah Jangan Sampai Jatuh ke ISIS)

Beberapa waktu lalu, sebuah rumah sakit di Aleppo dibombardir pasukan Presiden Bashar al-Assad yang didukung Rusia. Akibat serangan itu, ratusan korban tewas. Dari peristiwa itulah muncul solidaritas #SaveAleppo yang ditindaklanjuti dengan penggalangan dana bantuan oleh beberapa pihak.
(kur)
Berita Terkait
Panglima Tertinggi Negara...
Panglima Tertinggi Negara Islam di Irak Jassim Al-Mazrouei Tewas Terbunuh
Terungkap, Pengantin...
Terungkap, Pengantin ISIS Shamima Begum Diselundupkan ke Suriah oleh Mata-mata Kanada
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Profil Jassim Al Mazrouei...
Profil Jassim Al Mazrouei Jenderal Tertinggi ISIS yang Berhasil Dibunuh Tentara Irak
Mengapa ISIS Tidak Berani...
Mengapa ISIS Tidak Berani Menyerang Israel? Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved