Luhut Tidak Ingin Ketua Umum Golkar Hasil Aklamasi Dipaksakan
Minggu, 15 Mei 2016 - 19:23 WIB
Luhut Tidak Ingin Ketua Umum Golkar Hasil Aklamasi Dipaksakan
A
A
A
BALI - Politikus senior Partai Golkar Luhut Binsar Panjaitan tak ingin ketua umum (ketum) partainya nanti hasil aklamasi yang dipaksakan atau rekayasa.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) ini berharap, pemilihan Ketum Golkar pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) nantinya berlangsung demokratis.
"Intinya saya enggak mau terulang (pemilihan dengan) aklamasi yang dipaksain dan direkayasa. Ya biar saja demokrasi," kata Luhut di Hotel Melia, Bali, Minggu (15/5/2016).
Luhut tak ingin internal Golkar nantinya kembali mengalami perpecahan. "Maksudnya jangan aklamasi dipaksain aklamasi, enggak usah," tuturnya.
Kendati demikian, dia mengaku belum melihat potensi aklamasi itu akan terjadi. "Belajar dari pengalaman lain, akhirnya kemarin ada nakal-nakal, jadilah perpecahan janganlah itu, kan costnya mahal banget," pungkasnya.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) ini berharap, pemilihan Ketum Golkar pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) nantinya berlangsung demokratis.
"Intinya saya enggak mau terulang (pemilihan dengan) aklamasi yang dipaksain dan direkayasa. Ya biar saja demokrasi," kata Luhut di Hotel Melia, Bali, Minggu (15/5/2016).
Luhut tak ingin internal Golkar nantinya kembali mengalami perpecahan. "Maksudnya jangan aklamasi dipaksain aklamasi, enggak usah," tuturnya.
Kendati demikian, dia mengaku belum melihat potensi aklamasi itu akan terjadi. "Belajar dari pengalaman lain, akhirnya kemarin ada nakal-nakal, jadilah perpecahan janganlah itu, kan costnya mahal banget," pungkasnya.
(maf)