Mekanisme Pemilihan Jadi Perdebatan Sengit di Rapat Pramunaslub
Sabtu, 14 Mei 2016 - 19:40 WIB
Mekanisme Pemilihan Jadi Perdebatan Sengit di Rapat Pramunaslub
A
A
A
BALI - Pemilihan ketua umum Partai Golkar periode 2016-2019 rencananya baru digelar pada Senin 16 Mei 2016 nanti. Namun, kini sudah terjadi polemik antara para pemilik suara tentang tata cara pemilihannya, apakah lewat sistem pemilihan terbuka atau tertutup.
Perdebatan tersebut seperti terekam dalam rapat komisi pada rapat pramunaslub di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Jumat (14/5/2016). Dalam rapat pramunaslub, sebagian pemegang hak suara meminta pemilihan dilakukan terbuka. Sementara itu, sebagian lainnya meminta tertutup.
Ketua Steering Committee (SC) Munaslub Golkar Nurdin Halid mengatakan, voting terbuka atau tertutup dalam memilih caketum berkaitan dengan kerahasiaan masing-masing pengurus dalam menentukan pilihannya.
Voting dibagi menjadi dua, yakni voting untuk memilih kandidat caketum menjadi caketum. Voting kedua, yakni untuk memilih caketum menjadi ketua umum Golkar. "Terjadi pro-kontra," kata Nurdin.
Karena masih belum satu suara soal mekanisme ini, maka Nurdin berinisiatif agar para pengurus DPD I dan DPD II Golkar bermusyawarah terlebih dahulu.
"Silakan DPD I dan DPD II melakukan musyawarah. Bila tidak terjadi mufakat, kita harus kembali voting," tendas Nurdin.
Perdebatan tersebut seperti terekam dalam rapat komisi pada rapat pramunaslub di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Jumat (14/5/2016). Dalam rapat pramunaslub, sebagian pemegang hak suara meminta pemilihan dilakukan terbuka. Sementara itu, sebagian lainnya meminta tertutup.
Ketua Steering Committee (SC) Munaslub Golkar Nurdin Halid mengatakan, voting terbuka atau tertutup dalam memilih caketum berkaitan dengan kerahasiaan masing-masing pengurus dalam menentukan pilihannya.
Voting dibagi menjadi dua, yakni voting untuk memilih kandidat caketum menjadi caketum. Voting kedua, yakni untuk memilih caketum menjadi ketua umum Golkar. "Terjadi pro-kontra," kata Nurdin.
Karena masih belum satu suara soal mekanisme ini, maka Nurdin berinisiatif agar para pengurus DPD I dan DPD II Golkar bermusyawarah terlebih dahulu.
"Silakan DPD I dan DPD II melakukan musyawarah. Bila tidak terjadi mufakat, kita harus kembali voting," tendas Nurdin.
(kri)