Caketum Ini Siap Bekerja 24 Jam Demi Kemajuan Golkar
Selasa, 10 Mei 2016 - 11:15 WIB
Caketum Ini Siap Bekerja 24 Jam Demi Kemajuan Golkar
A
A
A
MEDAN - Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto siap menanggalkan jabatan lain yang dipegangnya saat ini, jika terpilih menjadi Ketum Golkar nantinya. Dia ogah merangkap jabatan.
"Saya akan curahkan seluruh waktu untuk Golkar. Bila perlu 24 jam," kata Airlangga di arena kampanye kandidat Munaslub Golkar wilayah I Sumatera di Hotel Grand Angkasa, Medan, kemarin.
Selain itu, Airlangga bakal menyiapkan strategi khusus menghadapi Pilkada 2017 mendatang, jika terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar pada musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) nanti.
"‎Untuk hadapi Pilkada 2017, seluruh kader sudah langsung kerja sejak Munas hari pertama ditutup," katanya.
Airlangga Hartarto berjanji bakal fokus mengembalikan kejayaan Partai Golkar seperti di era orde baru.
Hal itu dianggapnya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi ketua umum Partai Golkar mendatang. Tak hanya itu, tanggung jawabnya juga akan bertambah karena hanya memiliki waktu dua tahun untuk persiapan menghadapi Pemilu 2019.
"Ini tantangan dua tahun ke depan. Butuh kerja sama, kepemimpinan Golkar ke depan kolektif dari DPP hingga kecamatan," pungkasnya.
"Saya akan curahkan seluruh waktu untuk Golkar. Bila perlu 24 jam," kata Airlangga di arena kampanye kandidat Munaslub Golkar wilayah I Sumatera di Hotel Grand Angkasa, Medan, kemarin.
Selain itu, Airlangga bakal menyiapkan strategi khusus menghadapi Pilkada 2017 mendatang, jika terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar pada musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) nanti.
"‎Untuk hadapi Pilkada 2017, seluruh kader sudah langsung kerja sejak Munas hari pertama ditutup," katanya.
Airlangga Hartarto berjanji bakal fokus mengembalikan kejayaan Partai Golkar seperti di era orde baru.
Hal itu dianggapnya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi ketua umum Partai Golkar mendatang. Tak hanya itu, tanggung jawabnya juga akan bertambah karena hanya memiliki waktu dua tahun untuk persiapan menghadapi Pemilu 2019.
"Ini tantangan dua tahun ke depan. Butuh kerja sama, kepemimpinan Golkar ke depan kolektif dari DPP hingga kecamatan," pungkasnya.
(maf)