Kedekatan dengan Ical & Jokowi Jadi Kunci Sukses di Munaslub Golkar
Kamis, 28 April 2016 - 15:08 WIB
Kedekatan dengan Ical & Jokowi Jadi Kunci Sukses di Munaslub Golkar
A
A
A
JAKARTA - Musyawarah Nasional Luar Besar (Munaslub) Partai Golkar akan digelar pada 23-16 Mei 2016. Dalam acara tersebut akan digelar pemilihan ketua umum Golkar ke depan menggantikan Aburizal Bakrie (Ical).
Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago berpendapat ada beberapa faktor yang menentukan (determinan) kemenangan calon ketua umum Golkar. Pertama, kedekatan dengan Ical. Faktor itu menjadi salah satu faktor yang ikut menentukan terpilih atau tidaknya jadi ketua umum (ketum) Golkar.
Dia menduga hubungan salah satu kandidat, yakni Ade Komaruddin dengan Ical sempat disharmoni soal materai yang sudah ditandatangani Ade yang isinya konsisten tidak akan maju jadi ketua umum golkar kalau terpilih menjadi ketua DPR.
"Namun belakangan Akom (Ade Komarudin) membantah bahwa ia tidak pernah membaca perjanjian di atas materai tersebut. Nuansa kebatinan Ical sempat terganggu dengan Akom. Pertanyaan mendasar yang mesti dijawab, Ical lebih dekat ke siapa?" kata Pangi melalui keterangan tertulis, Kamis (28/4/2016).
Kedua, kemampuan berkomunikasi kandidat dan kedekatan dengan DPD I dan DPD II Partai Golkar."Sebagai peserta penuh tak bisa dipandang remeh, bagaimana kemampuan calon ketua umum memperoleh dukungan," tutur Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Ketiga, kata dia, kedekatan kandidat dengan pemerintah juga sangat penting. Menurut dia, pemerintah punya kepentingan karena jabatan ketum Golkar bagian tak terpisahkan dari kehendak pemerintah, sama halnya dengan ketua DPR.
"Kekuatan berkomunikasi dengan penguasa dan kemampuan mengakses saluran kekuasaan bisa memuluskan jadi ketum Golkar," katanya.
Dia mengatakan, kisruh di DPR mengenai dugaan pelanggaran etik terkait percakapan tentang perpanjangan kontrak saham PT Freeport beberapa waktu lalu bisa mengganggu peluang Setya Novanto. "Merenggangkan dan menganggu kedekatan Setya Novanto dengan Presiden Jokowi," tuturnya.
Keempat, kata dia, didukung para penisepuh Golkar dan didukung oleh beberapa organisasi sayap seperti SOKSI, Kosgoro, MKGR, AMPG, AMPI.
Menurut dia, faktor di atas juga menentukan terpilihnya ketua umum partai berlambang pohon beringin itu. Kelima, lanjut dia, variabel lain yakni pembentukan opini publik dan image building bisa mempengaruhi pemilih. Begitu juga dengan upaya membangun opini negatif terhadap kandidat lain akan menjadi saingan di arena pemilihan.
"Terakhir, instrumen jitu dalam setiap munas parpol yakni kekuatan finansial seperti amunisi politik. Bau 'amis' politik uang masih kental dalam setiap kontestasi munas," katanya.
Pangi berharap Munaslub Golkar berjalan lancar, tertib dan demokratis, terbuka, dan konstitusional,
Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago berpendapat ada beberapa faktor yang menentukan (determinan) kemenangan calon ketua umum Golkar. Pertama, kedekatan dengan Ical. Faktor itu menjadi salah satu faktor yang ikut menentukan terpilih atau tidaknya jadi ketua umum (ketum) Golkar.
Dia menduga hubungan salah satu kandidat, yakni Ade Komaruddin dengan Ical sempat disharmoni soal materai yang sudah ditandatangani Ade yang isinya konsisten tidak akan maju jadi ketua umum golkar kalau terpilih menjadi ketua DPR.
"Namun belakangan Akom (Ade Komarudin) membantah bahwa ia tidak pernah membaca perjanjian di atas materai tersebut. Nuansa kebatinan Ical sempat terganggu dengan Akom. Pertanyaan mendasar yang mesti dijawab, Ical lebih dekat ke siapa?" kata Pangi melalui keterangan tertulis, Kamis (28/4/2016).
Kedua, kemampuan berkomunikasi kandidat dan kedekatan dengan DPD I dan DPD II Partai Golkar."Sebagai peserta penuh tak bisa dipandang remeh, bagaimana kemampuan calon ketua umum memperoleh dukungan," tutur Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Ketiga, kata dia, kedekatan kandidat dengan pemerintah juga sangat penting. Menurut dia, pemerintah punya kepentingan karena jabatan ketum Golkar bagian tak terpisahkan dari kehendak pemerintah, sama halnya dengan ketua DPR.
"Kekuatan berkomunikasi dengan penguasa dan kemampuan mengakses saluran kekuasaan bisa memuluskan jadi ketum Golkar," katanya.
Dia mengatakan, kisruh di DPR mengenai dugaan pelanggaran etik terkait percakapan tentang perpanjangan kontrak saham PT Freeport beberapa waktu lalu bisa mengganggu peluang Setya Novanto. "Merenggangkan dan menganggu kedekatan Setya Novanto dengan Presiden Jokowi," tuturnya.
Keempat, kata dia, didukung para penisepuh Golkar dan didukung oleh beberapa organisasi sayap seperti SOKSI, Kosgoro, MKGR, AMPG, AMPI.
Menurut dia, faktor di atas juga menentukan terpilihnya ketua umum partai berlambang pohon beringin itu. Kelima, lanjut dia, variabel lain yakni pembentukan opini publik dan image building bisa mempengaruhi pemilih. Begitu juga dengan upaya membangun opini negatif terhadap kandidat lain akan menjadi saingan di arena pemilihan.
"Terakhir, instrumen jitu dalam setiap munas parpol yakni kekuatan finansial seperti amunisi politik. Bau 'amis' politik uang masih kental dalam setiap kontestasi munas," katanya.
Pangi berharap Munaslub Golkar berjalan lancar, tertib dan demokratis, terbuka, dan konstitusional,
(dam)