Jangan Sampai Indonesia Rusak karena Salah Kepemimpinan

Selasa, 26 April 2016 - 11:43 WIB
Jangan Sampai Indonesia...
Jangan Sampai Indonesia Rusak karena Salah Kepemimpinan
A A A
JAKARTA - Munculnya isu China akan melakukan invasi ke Indonesia tampaknya mulai menjadi kenyataan. Isu ini pernah disampaikan oleh Yulian Paonganan alias Ongen jauh sebelum dirinya dijadikan tersangka atas dugaan tindak pidana Undang-undang (UU) Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ada empat analisa yang dibuat Ongen soal ancaman China untuk Indonesia, pertama adalah Nine Dash Line, Klaim Sepihak Tiongkok Atas LCS. Kedua, Jargon “Poros Maritim” sebuah persepsi keliru, ketiga Inilah alasan kenapa kerja sama maritim dengan China ‘berbahaya’ dan Keempat, Dari mafia, strategi #NagaMerah mengadu domba pribumi hingga penguasaan maritim.

Dari keempat analisa Ongen yang disampaikan di twitter tersebut yang dikemas dalam sebuah Chirpstory ini ramai diperbincangkan di twitter jika analisa itu benar adanya. Bahkan, para netizen membuat hashtag #WaspadaInvasiChina.

Berbagai komentar bermunculan, mulai dari isu akan masuknya 10 ribu warga China ke Indonesia, sampai mulai pongahnya warga China kepada pribumi. @JosbonaSoRait menulis “Kita ini bangsa apa toh ndok? Ngutang sama china, tenaga kerja dari china, pribumi jd penonton di negerinya sendiri. @don17_kemin “Tweet Ongen tlh ingatkan kita sebelumnya,”

Diketahui dalam teweet Ongen disebutkan dirinya memantau adanya bunker yang sudah disiapkan di kawasan Pantai Indah Kapuk “Hasil pantaun droneku.. bungker itu diatasnya berdiri yayasan budha.. konglo Cina bangun bungker berkapasitas 5.000 orang di Jakarta Utara.. untuk antisipasi kejadian seperti 98,” tulis Ongen melalui akun twitternya @Ypaonganan.

Dalam tweetnya Ongen mengkritik habis-habisan konsep maritim Jokowi. Apalagi, diberitakan Jokowi berobsesi mengkawinkan tol laut dan jalur sutra. Ini menjadi pertanyaan Ongen.

Menanggapi itu mantan Aktivis HMI, Haris Pertama mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga kedaulatan bangsa Indonesia. Menurutnya, apapun upaya bangsa luar untuk menganggu Indonesia harus dilawan.

“Kita patut waspada, jangan sampai Indonesia rusak karena salah kepemimpinan. Indonesia bangsa besar yang punya sumberdaya alam luar biasa, tentu negara luar akan mengincarnya,” kata Haris dalam siaran pers, di Jakarta, Selasa (26/4/2016).

Haris menilai apa yang dilakukan oleh Ongen adalah warning kepada rakyat Indonesia agar wasapada. Haris curiga, apa yang dilakukan oleh Jokowi kepada Ongen sebagai bentuk pembungkaman atas suara kritisnya soal kemaritiman.

“Dia dipenjara karena dia punya analisis maritim yang tajam, sehingga bisa menganggu kerja sama Jokowi dan China. Oleh karenanya dia dipenjara dengan alasan yang tidak masuk akal,” tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Polemik Penceramah Radikal,...
Polemik Penceramah Radikal, DPR: Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Meningkat
Bikin Malu, Setop Polemik...
Bikin Malu, Setop Polemik Bansos Antara Pemprov DKI dan Pusat
Tuai Polemik Soal Merek...
Tuai Polemik Soal Merek Dagang, Pakar Jelaskan Makna Mie Gacoan
Eri Syofiar Minta Maaf...
Eri Syofiar Minta Maaf Gunakan Akun Palsu untuk Fitnah Mulyadi
Kontroversi Alat Kontrasepsi...
Kontroversi Alat Kontrasepsi untuk Pelajar, Kemenkes Buka Suara
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved