Mahasiswa Minta Jokowi Tak Diamkan Panama Papers

Minggu, 24 April 2016 - 20:13 WIB
Mahasiswa Minta Jokowi...
Mahasiswa Minta Jokowi Tak Diamkan Panama Papers
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta bersikap tegas menyikapi adanya sejumlah nama pejabat publik yang tercantum dalam dokumen Panama atau Panama Papers.

Apabila dibiarkan maka dikhawatirkan mengganggu kewibawaan pemerintah. "Citra pemerintahan Presiden Joko Widodo yang bersih dan berpihak pada rakyat niscaya akan terkoyak," kata Koordinator Persatuan Nasional Mahasiswa Indonesia, Septian di Jakarta, Minggu (24/4/2016).

Menurut mereka, Jokowi dapat menunjukkan sikap tegas itu terhadap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang disebut masuk dalam dokumen tersebut.

Septian mengungkapkan, adanya nama pejabat Indonesia yang masuk dalam Panama Papers telah melukai perasaan rakyat. Pasalnya, kata dia, selama ini negara senantiasa mengimbau rakyat untuk taat membayar pajak dengan slogan Orang Bijak Taat Pajak.

"Skandal keuangan ini disadari atau tidak, akan menggerogoti wibawa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang tengah giat-giatnya membangun demi kesejahteraan rakyat sebagaimana diamanatkan Pancasila dan UUD 1945," tutur Septian.

Seperti diketahui, dikabarkan ada pengusaha dan beberapa pejabat di Indonesia yang disebut-sebut tercantum dalam Panama Papers, di antaranya Menteri BUMN Rini Soemarno dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Hary Azhar Azis.

Panama Papers adalah dokumen rahasia yang dibuat oleh Mossac Fonseca, penyedia jasa perusahaan asal Panama. Dalam Panama Papers terdapat 11,5 juta dokumen daftar klien Mossac dari berbagai negara, termasuk Indonesia yang diduga berupaya menyembunyikan harta kekayaan untuk menghindari pajak. (Baca juga: Diterpa Isu Korupsi dan Panama Papers, Menteri Rini Minta Bukti)

Septian pun meminta para pejabat yang namanya tercantum dalam Panama Papers untuk mencontoh sikap pejabat di beberapa negara yang memutuskan untuk memundurkan diri.

Dia juga meminta meminta agar Jokowi memberhentikan Rini Soemarno dari jabatan Menteri BUMN.

Dia berharap Presiden menarik pulang uang pejabat dan pengusaha Indonesia sebesar Rp11.400 triliun seperti yang tercantum dalam dokumen Panama Papers tersebut. Kewajiban pajak atas uang sebesar Rp 11.400 triliun itu dinilai bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat, membangun sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya. (Baca juga: Ketua BPK Akui Pernah Punya Perusahaan di Negeri Surga Pajak)
(dam)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved