Syarief Sampaikan Pesan SBY di Depan Delegasi Parpol se-Asia

Sabtu, 23 April 2016 - 14:02 WIB
Syarief Sampaikan Pesan...
Syarief Sampaikan Pesan SBY di Depan Delegasi Parpol se-Asia
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan mewakili Presiden keenam yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pertemuan partai politik se-Asia di acara Internasional Conference of Asian Political Parties (ICAPP).

Syarif yang juga anggota DPR menyampaikan pesan SBY yang berhalangan hadir kepada delegasi parpol kawasan Asia. "Demokrasi berkembang signifikan sejak 10 tahun lalu. SBY dua masa bakti (sebagai presiden) dan dia pendiri dari parpol ini tanggal 9 September 2001," ujar Syarief di acara ICAPP, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (23/4/2016).

Menurut Syarief, SBY konsisten membangun agenda demokrasi melalui empat hal yakni perdamaian, keadilan, demokrasi dan kemakmuran baik dalam kapasitasnya sebagai Ketum Demokrat maupun sewaktu menjabat sebagai Presiden.

Soal perdamaian, Syarief menyebut SBY telah mewujudkan perdamaian dengak tegak dan menjaga serta memelihara kerukunan dengan tidak mentolerir aksi intoleransi. "Tenggang rasa dalam beragama, kepatuhan hukum, perjuangan untuk melawan korupsi dan penegakan HAM," katanya.

Dalam demokrasi, kata Syarief, Partai Demokrat konsisten terhadap demokrasi Pancasila sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang 1945. "Peran pemerintah untuk terapkan demorkasi Pancasila, itu bukan kaputusan politik bukan komunalistik tapi disesuai dengan Indonesia," ucapnya

Selanjutnya, dari demokrasi diharapkan mendapatkan kehidupan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di era SBY tumbuh secara adil baik di pusat dan daerah.

"Pendekatan orang miskin, 2009-2014 kurangi orang miskin. 2004, 16,7% tapi sekarang 10%. Setelah 2014 meningkat menjadi 11%," ungkapnya.

Kemudian masalah kemakmuran, Syarief menilai Demokrat di bawah Presiden SBY waktu itu mampu menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia.

"Pengangguran dikurangi dan daya beli kuat, investasi meningkat, anggaran pendidikan meningkat. Ini indikator kemakmuran. APBN kami meningkat," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Reaksi M Nasir kepada...
Reaksi M Nasir kepada Salah Satu Direktur BUMN Dinilai Tak Tepat
Peneliti SMRC Nilai...
Peneliti SMRC Nilai Sikap M Nasir Coreng Citra Demokrat di Pilkada
Ibas: Belum Ada Tanda-tanda...
Ibas: Belum Ada Tanda-tanda Corona Berakhir, Harus Ada Strategi Jitu
Kecuali Ada Regulasi...
Kecuali Ada Regulasi Baru, Pergantian Anggota Dewan Hak Partai Politik
Golkar Sebut Setiap...
Golkar Sebut Setiap Hari bagi Politikus Adalah Kampanye
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Berita Terkini
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved