Jokowi Dukung KPK Bongkar Kasus yang Libatkan Penegak Hukum

Sabtu, 23 April 2016 - 05:49 WIB
Jokowi Dukung KPK Bongkar...
Jokowi Dukung KPK Bongkar Kasus yang Libatkan Penegak Hukum
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus dugaan suap yang berlangsung di lingkungan peradilan Mahkamah Agung (MA) dan kejaksaan.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, pemerintah mengapresiasi kinerja KPK dalam melakukan operasi tangkap tangan kasus dugaan suap Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution dan beberapa kasus penegak hukum sebelumnya.

Menurut dia, langkah KPK menunjukkan kekuatan dalam penegakan hukum yang dilakukan lembaga tersebut. Berbagai capaian itu juga menepis adanya pesimisme terhadap kepimpinan KPK 2015-2019.

"Tapi sekarang pesimisme itu sudah dijawab dengan satu kinerja yang baik," kata Teten di sela peringatan HUT ke-2 gerakan Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK), di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Jumat 22 April 2016.

Menurut Teten, Presiden Jokowi mendukung KPK menuntaskan berbagai perkara yang melibatkan penegak hukum.

"Ini korupsi tumbuh subur kareba aparat penegak hukum korup. Jadi kita semua harus mendukung langkah-langkah KPK untuk membersihkan aparat hukum. Presiden meminta KPK untuk ikut membersihkan pemerintahan," ujar Teten.

Teten mengatakan, pemerintah juga turut menyoroti dua kasus dugaan suap penghentian perkara korupsi PT Brantas Abipraya di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan pengamanan kasus Bupati Subang Ojang Sohandi di Kejati Jawa Barat. Apalagi dalam perkara suap di Kejati Jabar KPK turut menangkap jaksa Deviyanti Rochaeni dan Fahri Nurmallo.

Menurut Teten, Presiden punya komitmen dan berkali-kali sudah menyampaikan untuk memperkuat KPK secara kelembagaan."Jadi kami sangat mendukung. Nanti pasti Presiden (meminta) Jaksa Agung untuk kooperatif dengan KPK. Ini harus dijadikan kesempatan untuk betul-betul membersihkan institusi kejaksaan," kata Teten.

Teten berharap, KPK yang masuk ke dalam korupsi atau suap penegak hukum yang ada jaksa dan hakim tetap konsisten. Karena ihwal itu sudah ada dalam roadmap KPK. Dengan menangani kasus-kasus terkait penegak hukum lain semisal jaksa dan hakim maka pasti akan memiliki pengaruh besar bagi perbaikan sistem hukum.

Teten menceritakan tentang pembentukan The Independent Commission Against Corruption (ICAC) di Hong Kong yang masa awal pembentukannya memprioritaskan untuk membersihkan aparat hukum.

"Jadi KPK (di Indonesia) punya mitra dengan aparat penegak hukum lain, bukan KPK dikeroyok aparat penegak hukum yang melakukan," tandasnya.

Teten melanjutkan, operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terkait lembaga peradilan dan kejaksaan jelas tidak akan melemahkan kedua lembaga tersebut.

Menurut undang-undang, tugas KPK jelas untuk memberantas korupsi dan tidak boleh kompromi terhadap hal itu. "Langkah KPK ini sedang satu tahap membangun kejaksaan atau aparat hukum lain (MA) yang lebih baik. Justru memberantas korupsi harus dari atas," katanya.
(dam)
Berita Terkait
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Bangun Kepercayaan Publik,...
Bangun Kepercayaan Publik, KPK: Pemberantasan Korupsi Butuh Ikhtiar Panjang
Ormas Gerah Ingatkan...
Ormas Gerah Ingatkan KPK Jangan Jadi Alat Kekuasaan Kelompok Tertentu
Semester Pertama Bekerja,...
Semester Pertama Bekerja, Dewas KPK Lakukan Tiga Fokus Besar
Berita Terkini
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved