Hadiri Muktamar, Epyardi Khawatir Disebut Pengkhinat oleh Djan
Sabtu, 09 April 2016 - 17:49 WIB
Hadiri Muktamar, Epyardi Khawatir Disebut Pengkhinat oleh Djan
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP PPP hasil Muktamar Bandung, Epyardi Asda mengaku awalnya dirinya takut dibilang penghianat oleh Ketua Umum (Ketum) PPP hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz. Pasalnya, Epyardi mengaku masuk dalam kepengurusan Djan Faridz.
"Sebetulnya saya malu dan takut ketemu Djan karena saya takut disangka pengkhianat," ujar Epyardi di Arena Muktamar, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (9/4/2016).
Epyardi mengaku dirinya siap maju sebagai calon Ketum PPP setelah mendapat dukungan dari pengurus daerah. Selain itu, kesiapan dirinya maju setelah pemerintah mengakui kepengurusan Suryadharma Ali (SDA) sekaligus dirinya juga mendapat undangan muktamar tersebut.
"Muktamar ini untuk satukan, kalau lambat maka PPP bisa jadi ormas," ungkapnya.
Namun belakangan, Epyardi mengaku mendapat dukungan dari Djan Faridz untuk maju sebagai Ketua Umum PPP Muktamar VIII ini. Dukungan itu didapatkan setelah dirinya menghubungi Djan.
"Beliau (Djan Faridz) katakan maju teus saya dukung dan kalau anda menang saya akan cabut gugatan di pengadilan," ungkap Epiyardi.
Bahkan Epiyardi mengaku kaget atas dukungan yang diberikan Djan. Pasalnya, dia sendiri merasa khawatir majunya dia sebagai calon Ketua Umum PPP akan dianggap Djan sebagai penghianat.
"Mudah mudahan menang dan saya (Djan) akan cabut gugatan pengadilan. Saya kaget juga. Itu yang disampaikan pak Djan," pungkasnya.
Diberitakan, selain Epyardi sejumlah nama digadang-gadang telah mendapatkan dukungan dari pengurus daerah untuk maju sebagai calon Ketum PPP. Mereka adalah Sekjen Romahurmuziy, Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua DPP Ahmad Muqowam.
"Sebetulnya saya malu dan takut ketemu Djan karena saya takut disangka pengkhianat," ujar Epyardi di Arena Muktamar, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (9/4/2016).
Epyardi mengaku dirinya siap maju sebagai calon Ketum PPP setelah mendapat dukungan dari pengurus daerah. Selain itu, kesiapan dirinya maju setelah pemerintah mengakui kepengurusan Suryadharma Ali (SDA) sekaligus dirinya juga mendapat undangan muktamar tersebut.
"Muktamar ini untuk satukan, kalau lambat maka PPP bisa jadi ormas," ungkapnya.
Namun belakangan, Epyardi mengaku mendapat dukungan dari Djan Faridz untuk maju sebagai Ketua Umum PPP Muktamar VIII ini. Dukungan itu didapatkan setelah dirinya menghubungi Djan.
"Beliau (Djan Faridz) katakan maju teus saya dukung dan kalau anda menang saya akan cabut gugatan di pengadilan," ungkap Epiyardi.
Bahkan Epiyardi mengaku kaget atas dukungan yang diberikan Djan. Pasalnya, dia sendiri merasa khawatir majunya dia sebagai calon Ketua Umum PPP akan dianggap Djan sebagai penghianat.
"Mudah mudahan menang dan saya (Djan) akan cabut gugatan pengadilan. Saya kaget juga. Itu yang disampaikan pak Djan," pungkasnya.
Diberitakan, selain Epyardi sejumlah nama digadang-gadang telah mendapatkan dukungan dari pengurus daerah untuk maju sebagai calon Ketum PPP. Mereka adalah Sekjen Romahurmuziy, Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua DPP Ahmad Muqowam.
(maf)