Tolak Beri Bantuan Hukum Sanusi, Sikap Gerindra Diapresiasi

Senin, 04 April 2016 - 11:46 WIB
Tolak Beri Bantuan Hukum...
Tolak Beri Bantuan Hukum Sanusi, Sikap Gerindra Diapresiasi
A A A
JAKARTA - Partai Gerindra baik di tingkat pusat maupun daerah tengah dihadapkan dalam situasi yang membuat mereka harus berbenah diri. Pasalnya, salah satu kader mereka yaitu Anggota DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi menjadi tersangka pada kasus dugaan suap atas pembahasan Raperda tentang Zonasi dan Pantai Utara yang tengah dibahas oleh Balegda DPRD DKI Jakarta.

"Jika Gerindra segera memberhentikan Pak Sanusi setidaknya untuk sementara waktu, maka akan mendapat apresiasi publik," ujar Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarok melalui pesan singkat kepada Sindonews, Senin (4/4/2016).

Dengan adanya sikap tegas yang sesegera mungkin ditunjukkan dari partai yang dipimpin Prabowo Subianto ini membuktikan konsistensi partai tersebut.

"Tidak perlu juga memberi bantuan hukum. Sikap tersebut menunjukkan bahwa Gerindra memiliki komitmen untuk memerangi korupsi dan tidak melindungi anggotanya yang tersangkut kasus suap. Jadi sikap tegas Gerindra sangat ditunggu," tukasnya.

Sanusi diketahui menjadi anggota DPRD DKI periode 2009-2014 dan 2014-2019. Di beberapa kesempatan, Sanusi memang lantang bersuara terkait program eksekutif yang menuai kontroversi.

Salah satunya yaitu pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang diduga terjadi korupsi. Tak hanya itu, Sanusi juga sempat melakukan sidak dengan anggota komisi lainnya ke beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang diduga masih ada calo di sana.

Sanusi pada Januari 2016 memutuskan untuk masuk ke dalam penjaringan bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang dibuka oleh Partai Gerindra. Sanusi bersaing dengan ketujuh bakal calon lainnya.

Namun, karir politik Sanusi yang sedang bersinar harus berakhir. Dirinya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Kamis malam, yang diduga menerima uang sebesar Rp2 miliar dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja.
(kri)
Berita Terkait
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Satpol PP Segel Pantai...
Satpol PP Segel Pantai Reklamasi PIK Gara-gara Kerumunan
Reklamasi Pantai Tanpa...
Reklamasi Pantai Tanpa Izin, PT PAN Didenda Miliaran Rupiah
Wisata Pasir Putih Pantai...
Wisata Pasir Putih Pantai Reklamasi
Jadi Tersangka, KPK...
Jadi Tersangka, KPK Tahan Bupati Kapuas dan Istrinya
Berita Terkini
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved