Formappi Kritik Rencana Pembangunan Perpustakaan DPR

Selasa, 29 Maret 2016 - 01:20 WIB
Formappi Kritik Rencana...
Formappi Kritik Rencana Pembangunan Perpustakaan DPR
A A A
JAKARTA - Rencana DPR membangun perpustakaan menggunakan anggaran gedung baru, dinilai perlu dibuka ke publik. Pasalnya, selama ini terjadi ketidakjelasan dalam perencanaan pembangunan perpustakaan tersebut.

Peneliti pada Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, ketidakjelasan itu terjadi saat pembangunan perpustakaan menjadi bagian dari pembangunan gedung baru DPR.

Padahal dalam rancangan awal Tim Implementasi Reformasi DPR, perpustakaan merupakan proyek sendiri yang terpisah dari bangunan gedung baru DPR.

"Penting untuk memastikan apakah proyek perpustakaan ini yang dianggarkan dalam APBN 2016 atau pembangunan perpustakaan ini mengambil jatah anggaran untuk proyek gedung baru?" kata Lucius kepada Sindonews, Senin (28/3/2016).

"Dengan munculnya rencana beragam dari DPR memanfaatkan anggaran Rp570 miliar, maka mutlak bagi DPR untuk membuka rancangan design kompleks DPR yang disiapkan," imbuhnya.

Selain masalah anggaran, urgensi pembangunan perpustakaan juga patut dipertanyakan. Lucius menilai, rencana pembangunan perpustakaan tak bisa didukung argumentasi yang jelas.

Lucius bahkan menganggap lucu bahwa yang tersirat pertama kali adalah kebanggaan semu jika DPR mempunyai perpustakaan terbesar se-Asia. Baginya, kebutuhan perpustakaan tentu akan didukung jika perpustakaan yang ada saat ini sudah tidak bisa menampung anggota DPR yang datang membaca.

Menurutnya, hal itu juga akan didukung jika perpustakaan sudah menjadi rujukan atau referensi bagi DPR dalam menambah wawasan. Yang terjadi saat ini, DPR jarang sekali mendatangi perpustakaan.

Bukan karena perpustakaannya tak memadai, tetapi karena mental malas membaca yang bisa jadi memasukkan seluruh anggota DPR. "Ini kesannya hanya gagah-gagahan penampilan fisik semata. Apa coba relevansinya keberadaan perpustakaan dengan membanggakan ukurannya?" ungkap Lucius.

"Jadi ini mencari-cari alasan saja untuk menghabiskan anggaran yang sudah ada. Siapa tahu perpustakaan dibangun, pundi-pundi segelintir anggota juga ikut penuh?" sindir Lucius.
(maf)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved