Mahfud MD Minta Pemerintah Bijak Soal Dana Yayasan Supersemar

Kamis, 24 Maret 2016 - 03:08 WIB
Mahfud MD Minta Pemerintah...
Mahfud MD Minta Pemerintah Bijak Soal Dana Yayasan Supersemar
A A A
SOLO - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meminta pemerintah untuk bijak dalam persoalan dengan Yayasan Supersemar. Pemerintah diminta fleksibel mengingat banyak mahasiswa yang kini menanti kucuran beasiswa dari yayasan tersebut.

“Supersemar kan dana yang dihimpun yayasan yang sangat bermanfaat dan terus berjalan untuk pemberian beasiswa sampai kini,” ujar Mahfud MD usai seminar nasional di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (23/3/2016).

Namun dengan terbitnya putusan Mahkamah Agung (MA), harta Yayasan Supersemar disita atau dirampas oleh negara. Pada waktu itu didalilkan bahwa Yayasan Supersemar sudah menggunakan dana yayasan yang kemudian dijaminkan ke bank. Nilainya hanya seperempat dari sekarang.

“Tapi kan sekarang dollar naik dan itu dihitung dollar,” urainya. Dirinya menilai dana Supersemar adalah dana masyarakat dan tidak persoalan jika pemerintah menganggap itu harus dikelola negara.

Akan tetapi, harus ada proses delegasi pengurusan. Artinya dana diambil oleh negara lalu diserahkan lagi ke Yayasan Supersemar dan negara mengawasi.

Sebagaimana kasus Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kasusnya juga hampir serupa. Setelah diambil alih oleh negara lalu dikembalikan lagi berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) guna dikelola Yayasan TMII.

“Supersemar bisa saja seperti itu, diambil lalu dibuka blokirnya. Tapi yayasan terus membayarkan uang itu kepada mereka yang berhak dan membutuhkan,” tandasnya.

Yang berhak, lanjut Mahfud MD, adalah mereka yang sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) beasiswa Supersemar. Sedangkan yang membutuhkan adalah mereka yang akan datang dan memerlukan nantinya. “Saya kira pemerintah harus fleksibel mengelola kekayaan Supersemar,” tegasnya.

Sebab mereka yang kini mengurusi negara dimungkinkan ada yang dulunya juga mendapat besiswa dari Supersemar. Dengan demikian, harus berfikir kemanfaatan kalau dana lebih berguna jika dikelola oleh Yayasan Supersemar tapi pengawasannya di bawah negara.

Kejaksaan atas nama negara dan pengelola Yayasan Supersemar diharapkan dapat duduk bersama untuk berkompromi dan membuat komitmen bersama mengenai hal itu. Setelah membaca vonis MA, mantan Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurahman Wahid ini menyatakan bahwa penyitaan tidak sampai ke aset keluarga Cendana. Sebab antara Yayasan Supersemar dengan keluarga mantan Presiden Suharto, asetnya terpisah.

Pada bagian lain, para alumni penerima beasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMAPBS) menggalang petisi agar persoalan antara pemerintah dengan Yayasan Supersemar tidak merugikan mahasiswa penerima beasiswa.
Petisi antara lain ditandatangani para pengurus Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar di sekitar Surakarta. Petisi selanjutnya dikirimkan ke Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), staf khusus Presiden dan kejaksaan.

“Hal itu sebagai pertimbangan kebijakan masalah beasiswa Supersemar karena menyangkut bantuan akademik untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu,” tandas Mohamad Farid Sunarto, salah satu alumni penerima beasiswa Supersemar sekaligus Pengurus Ikatan Alumni (IKA) UNS Solo.

Pihaknya mendorong persoalan Yayasan Supersemar segera selesai agar beasiswa dapat kembali disalurkan. Sejak beberapa bulan terakhir, penyaluran beasiswa bagi sekitar 40 ribu mahasiswa telah berhenti. Bahkan khusus di UNS, bantuan beasiswa telah terhenti sejak beberapa tahun terakhir tanpa alasan yang jelas.

“Kami mendorong mahasiswa UNS juga menerima founding dari Supersemar. Karena namanya sendirinya sudah melekat, yakni Sebelas Maret,” tuturnya. Pihaknya juga sepakat tidak ada conflict of interest atau tidak masuk ke ranah politik menyangkut persoalan Yayasan Supersemar.

PILIHAN:
Johan Sebut Belum Ada Pembicaraan Reshuffle Kabinet di Istana

KSAL: Kapal Perang AL Sudah Standby di Perairan Natuna
(kri)
Berita Terkait
Cerita Mahfud MD dan...
Cerita Mahfud MD dan para Mantan Menteri Penerima Beasiswa Supersemar
Peristiwa Mencekam Usai...
Peristiwa Mencekam Usai Supersemar, 15 Menteri Bung Karno dan Perwira Militer Ditangkap
Detik-detik Menegangkan...
Detik-detik Menegangkan Terbitnya Supersemar, Soeharto Sakit Tenggorokan dan Bung Karno Tinggalkan Rapat Kabinet
Berita Terkini
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Infografis
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, Calon Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved