Kabareskrim Ingin Pemerintah Beri Jaminan Kinerja TNI-Polri
Selasa, 01 Maret 2016 - 22:59 WIB
Kabareskrim Ingin Pemerintah Beri Jaminan Kinerja TNI-Polri
A
A
A
JAKARTA - Kabareskrim Polri Komjen Pol Anang Iskandar mengatakan, jika Pemerintah Indonesia masih kurang memberikan jaminan kerja dan kinerja ke aparat Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Menurut Anang, negara lain sudah memiliki regulasi khusus yang memproteksi sekaligus memberikan jaminan kepada para petugas di lapangan serta keluarga mereka yang berada di rumah, sementara di Indonesia masih kurang.
"Memang soal perlindungan kepada petugas yang sedang melaksanakan penegakan hukum itu, belum ada. Padahal negara-negara lain sudah mengaturnya," kata Anang Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (1/3/2016).
Berdasarkan data, pada 25 Februari 2016, dua anggota Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, yakni Bripka Vivin dan Brigpol Yulian terluka karena dibacok oleh tersangka yang diduga sebagai bandar narkoba saat melakukan penggerebekan pesta narkoba di Kecamatan Patrang, Jember.
"Nah yang gugur seperti itu harus ada aturan yang memproteksi aparat kita, juga keluarga mereka," ucap Anang.
Peristiwa lainnya juga terjadi pada akhir Januari 2016, di mana sejumlah anggota kepolisian Sat Narkoba Polsek Senen menjadi korban pemukulan oleh warga saat melakukan penggerebekan di Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta Timur.
Bahkan dua orang anggota terpaksa terjun ke kali untuk menghindari amuk massa. Bripka Taufik gugur setelah mayatnya ditemukan mengambang di kali depan Kantor PU, banjir kanal Kali Ciliwung, Kelurahan Cideng, Jakarta Pusat.
Menurut Anang, negara lain sudah memiliki regulasi khusus yang memproteksi sekaligus memberikan jaminan kepada para petugas di lapangan serta keluarga mereka yang berada di rumah, sementara di Indonesia masih kurang.
"Memang soal perlindungan kepada petugas yang sedang melaksanakan penegakan hukum itu, belum ada. Padahal negara-negara lain sudah mengaturnya," kata Anang Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (1/3/2016).
Berdasarkan data, pada 25 Februari 2016, dua anggota Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, yakni Bripka Vivin dan Brigpol Yulian terluka karena dibacok oleh tersangka yang diduga sebagai bandar narkoba saat melakukan penggerebekan pesta narkoba di Kecamatan Patrang, Jember.
"Nah yang gugur seperti itu harus ada aturan yang memproteksi aparat kita, juga keluarga mereka," ucap Anang.
Peristiwa lainnya juga terjadi pada akhir Januari 2016, di mana sejumlah anggota kepolisian Sat Narkoba Polsek Senen menjadi korban pemukulan oleh warga saat melakukan penggerebekan di Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta Timur.
Bahkan dua orang anggota terpaksa terjun ke kali untuk menghindari amuk massa. Bripka Taufik gugur setelah mayatnya ditemukan mengambang di kali depan Kantor PU, banjir kanal Kali Ciliwung, Kelurahan Cideng, Jakarta Pusat.
(maf)