LGBT Dinilai Lebih Berbahaya dari Terorisme dan Narkoba
Minggu, 28 Februari 2016 - 21:50 WIB
LGBT Dinilai Lebih Berbahaya dari Terorisme dan Narkoba
A
A
A
JAKARTA - Anggota MPR dari Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi menegaskan dampak yang ditimbulkan oleh lesbian, gay, biseksual, dan Transeksual (LGBT) lebih berbahaya dibandingkan kejahatan terorisme dan narkoba.
Menurut dia, LGBT tersebut secara fitrah melanggar kodrat manusia dan agama, serta tidak sesuai Konstitusi dan Pancasila yang menjadi landasan dalam bernegara.
“Pertama, hubungan sejenis ini merlanggar kodrat. Seharusnsya hubungan manusia itu antara lelaki dan perempuan, yang fungsinya untuk melanjutkan keturunan. LGBT mengakibatkan manusia tidak lagi memiliki keturunan, akhirnya kita akan mengalami putus generasi,” tutur Aboe saat acara Sosialisasi Empat Konsensus Dasar Bernegara di Amuntai, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Sabtu 27 Februari 2016 melalui siaran pers Fraksi PKS.
Kedua, LGBT melanggar Pancasila, khususnya Sila Pertama yang mengatur tentang Ketuhanan Yang Maha Esa yang menjadi dasar dalam kehidupan di masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.
“Sebagai manusia kita diperintah Tuhan untuk kawin dan memiliki keturunan, karenanya kita memiliki UU Perkawinan,” kata politikus PKS dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan I ini.
Ketiga, menurut Aboe, Konstitusi UUD 1945 Pasal 28 dan 29 telah mengatur semua warga negara wajib untuk mematuhi ajaran agama masing-masing yang dianutnya, termasuk mematuhi larangan untuk kawin sesama jenis.
“Bahkan dalam Islam secara tegas di contohkan bagaimana kaum Luth dibinasakan lantaran mengabaikan larangan tersebut. Oleh karenanya LGBT ini bertentangan dengan konstitusi kita,” papar politisi yang membidangi Hukum di DPR RI ini.
Keempat, telah ditemukan banyak kasus kesehatan yang muncul dari perilaku LGBT.
Diketahui, data WHO menyebutkan bahwa kaum gay dan transgender memiliki risiko 20 kali lebih besar tertular penyakit HIV/AIDS dibandingkan dengan populasi normal.
Bahkan, data tersebut juga menunjukkan 40% kaum homoseksual dan 68% kaum transgender telah terbukti menderita penyakit HIV/AIDS.
“Ini pertanda LGBT sangat buruk bagi kesehatan. Jadi bisa dibayangkan jika kegiatan seks bebas dan tidak sehat terus dilakukan oleh kaum transgender dan kaum gay, maka penularan penyakit ini pun dapat terus meningkat secara drastis,” tuturnya.
PILIHAN:
Lama Terjebak Konflik, Golkar Butuh Rebranding
Menurut dia, LGBT tersebut secara fitrah melanggar kodrat manusia dan agama, serta tidak sesuai Konstitusi dan Pancasila yang menjadi landasan dalam bernegara.
“Pertama, hubungan sejenis ini merlanggar kodrat. Seharusnsya hubungan manusia itu antara lelaki dan perempuan, yang fungsinya untuk melanjutkan keturunan. LGBT mengakibatkan manusia tidak lagi memiliki keturunan, akhirnya kita akan mengalami putus generasi,” tutur Aboe saat acara Sosialisasi Empat Konsensus Dasar Bernegara di Amuntai, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Sabtu 27 Februari 2016 melalui siaran pers Fraksi PKS.
Kedua, LGBT melanggar Pancasila, khususnya Sila Pertama yang mengatur tentang Ketuhanan Yang Maha Esa yang menjadi dasar dalam kehidupan di masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.
“Sebagai manusia kita diperintah Tuhan untuk kawin dan memiliki keturunan, karenanya kita memiliki UU Perkawinan,” kata politikus PKS dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan I ini.
Ketiga, menurut Aboe, Konstitusi UUD 1945 Pasal 28 dan 29 telah mengatur semua warga negara wajib untuk mematuhi ajaran agama masing-masing yang dianutnya, termasuk mematuhi larangan untuk kawin sesama jenis.
“Bahkan dalam Islam secara tegas di contohkan bagaimana kaum Luth dibinasakan lantaran mengabaikan larangan tersebut. Oleh karenanya LGBT ini bertentangan dengan konstitusi kita,” papar politisi yang membidangi Hukum di DPR RI ini.
Keempat, telah ditemukan banyak kasus kesehatan yang muncul dari perilaku LGBT.
Diketahui, data WHO menyebutkan bahwa kaum gay dan transgender memiliki risiko 20 kali lebih besar tertular penyakit HIV/AIDS dibandingkan dengan populasi normal.
Bahkan, data tersebut juga menunjukkan 40% kaum homoseksual dan 68% kaum transgender telah terbukti menderita penyakit HIV/AIDS.
“Ini pertanda LGBT sangat buruk bagi kesehatan. Jadi bisa dibayangkan jika kegiatan seks bebas dan tidak sehat terus dilakukan oleh kaum transgender dan kaum gay, maka penularan penyakit ini pun dapat terus meningkat secara drastis,” tuturnya.
PILIHAN:
Lama Terjebak Konflik, Golkar Butuh Rebranding
(dam)