Munaslub Golkar Diprediksi Bakal Berlangsung Sengit
Rabu, 17 Februari 2016 - 19:05 WIB
Munaslub Golkar Diprediksi Bakal Berlangsung Sengit
A
A
A
JAKARTA - Peneliti Senior Indonesia Public Institute Karyono Wibowo memprediksi, Munaslub Partai Golkar bulan April mendatang akan kental dengan persaingan antara kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan kubu Agung Laksono.
Namun di tengah persaingan sengit itu bisa saja muncul figur pemersatu yang dapat mengakomodir kedua pihak. Dia juga memprediksi Sekjen Partai Golkar Idrus Marham bisa saja menjadi figur pemersatu.
"Karena Idrus diuntungkan oleh rekam jejaknya yang baik dan posisinya saat ini sebagai Sekjen Partai Golkar," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/2/2016).
Gelagat akan ketatnya persaingan itu terlihat dari suasana konflik di Partai Golkar selama lebih satu tahun terakhir ini. Momentum Munaslub kali ini adalah saat yang paling tepat untuk melakukan rekonsiliasi dan resolusi konflik.
“Caranya ya harus memunculkan figur yang bisa diterima oleh kedua pihak,” katanya.
Menurut Karyono, jika kubu Ical ngotot mengambil kepemimpian Golkar untuk lima tahun mendatang, maka bukan tidak mungkin kubu Agung Laksono akan melakukan perlawanan sengit.
Lanjut dia, di Munaslub nanti kubu Ical pada akhirnya akan mengerucutkan nama pada satu orang agar suaranya tidak terpecah kemana-mana. Jika suara kubu Ical terpecah kecil kemungkinan dapat memenangkan pertarungan.
Sementara itu, hal yang sama juga akan dilakukan oleh kubu Agung Laksono dengan mengerucutkan nama pada satu orang. Namun, dia berpendapat, seharusnya Partai Golkar tidak terjebak pada persaingan perebutan kursi ketua umum belaka. Melainkan harus memikirkan untuk mencari figur yang bisa mempersatukan kedua kubu.
“Partai Golkar butuh pemimpin yang matang di dunia politik serta tidak sedang menduduki jabatan publik agar bisa berkonsentrasi mengurus partai. Agar bisa membawa Golkar keluar dari kemelut konflik internal,” tandasnya.
Di tengah kompetisi politik yang demikian terdapat figur yang bisa jadi penengah, yakni Sekjen Partai Golker Idrus Marham. Dia diuntungkan karena memiliki rekam jejak yang baik serta memiliki pengalaman sebagai Sekjen Partai Golkar sejak Munas Riau.
Namun di tengah persaingan sengit itu bisa saja muncul figur pemersatu yang dapat mengakomodir kedua pihak. Dia juga memprediksi Sekjen Partai Golkar Idrus Marham bisa saja menjadi figur pemersatu.
"Karena Idrus diuntungkan oleh rekam jejaknya yang baik dan posisinya saat ini sebagai Sekjen Partai Golkar," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/2/2016).
Gelagat akan ketatnya persaingan itu terlihat dari suasana konflik di Partai Golkar selama lebih satu tahun terakhir ini. Momentum Munaslub kali ini adalah saat yang paling tepat untuk melakukan rekonsiliasi dan resolusi konflik.
“Caranya ya harus memunculkan figur yang bisa diterima oleh kedua pihak,” katanya.
Menurut Karyono, jika kubu Ical ngotot mengambil kepemimpian Golkar untuk lima tahun mendatang, maka bukan tidak mungkin kubu Agung Laksono akan melakukan perlawanan sengit.
Lanjut dia, di Munaslub nanti kubu Ical pada akhirnya akan mengerucutkan nama pada satu orang agar suaranya tidak terpecah kemana-mana. Jika suara kubu Ical terpecah kecil kemungkinan dapat memenangkan pertarungan.
Sementara itu, hal yang sama juga akan dilakukan oleh kubu Agung Laksono dengan mengerucutkan nama pada satu orang. Namun, dia berpendapat, seharusnya Partai Golkar tidak terjebak pada persaingan perebutan kursi ketua umum belaka. Melainkan harus memikirkan untuk mencari figur yang bisa mempersatukan kedua kubu.
“Partai Golkar butuh pemimpin yang matang di dunia politik serta tidak sedang menduduki jabatan publik agar bisa berkonsentrasi mengurus partai. Agar bisa membawa Golkar keluar dari kemelut konflik internal,” tandasnya.
Di tengah kompetisi politik yang demikian terdapat figur yang bisa jadi penengah, yakni Sekjen Partai Golker Idrus Marham. Dia diuntungkan karena memiliki rekam jejak yang baik serta memiliki pengalaman sebagai Sekjen Partai Golkar sejak Munas Riau.
(kri)