GP Ansor Cegah Penyebaran Radikalisme Melalui Buku Pelajaran

Jum'at, 29 Januari 2016 - 15:26 WIB
GP Ansor Cegah Penyebaran...
GP Ansor Cegah Penyebaran Radikalisme Melalui Buku Pelajaran
A A A
JAKARTA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor melarang kadernya untuk melakukan sweeping terhadap buku pelajaran yang mengandung paham radikal di sekolah, karena khawatir berdampak besar terhadap psikologi anak.

Namun, GP Ansor selalu siap membantu dinas terkait dalam menjalankan pencegahan atas masuknya paham radikal ke dunia pendidikan. Pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi trik nakal para penyebar radikalisme.

"Bayangkan di jilid lima ada kata seperti bantai kiai. Dalam analisa kami, buku ini dirancang untuk indoktrinasi dan inideologisasi," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) GP Ansor, Adung Abdurrochman, Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Dia khawatir dampak negatif penyebaran buku berisi paham radikal sangat besar jika lambat direspons. Apalagi, kata dia, para penyebar paham radikal ini menyasar anak usia dini, sehingga perlu tindakan masif untuk memberantasnya.

"Mereka juga menanamkan nama-nama tokoh radikal yang anak TK tidak paham seperti Bin Baz. Itu ulama garis keras dari Arab Saudi penganut paham salafy wahabi yang nama panjangnya kalau tidak salah Abdullah bin Baz," ucapnya.

Baca: Menkominfo Ungkap Jumlah Situs Berkonten Radikal Meningkat.
(kur)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved