Menkominfo Ungkap Jumlah Situs Berkonten Radikal Meningkat

Selasa, 26 Januari 2016 - 00:53 WIB
Menkominfo Ungkap Jumlah...
Menkominfo Ungkap Jumlah Situs Berkonten Radikal Meningkat
A A A
JAKARTA - Jumlah situs maupun akun media sosial (medsos) berkonten radikal meningkat sejak Desember 2015. Kendati demikian, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengaku tak hafal jumlah situs radikal yang telah ditutup atau diblokir kementeriannya.

"Dari Desember sampai sekarang yang berkaitan radikalisme meningkat, karena tidak hanya situs, tapi akun-akun di Medsos," kata Rudiantara di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin 25 Januari 2016.

Rudiantara menjelaskan, kementeriannya pun terus memblokir situs maupun medsos berkonten radikal itu satu-persatu.

"Besoknya muncul lagi dengan medsos yang berbeda dan akunnya beda. Jadi ada tim yang memantau dan ini bekerja sama dengan aparat keamanan," tuturnya.

Namun dia membantah jika dianggap kesulitan dalam memblokir situs atau akun medsos tersebut. "Kita tidak tahu membuka akun itu sangat mudah. Tapi kita pantau terus, ada tim yang memantau beserta aparat keamanan maupun laporan dari masyarakat," ucapnya.

Rudiantara mengungkapkan, total situs berkonten negatif yang telah diblokir sekitar 780-an ribu. Situs negatif itu terdiri dari yang berkonten pornografi, perjudian, perdagangan obat terlarang, radikalisme maupun terorisme.

Dirinya mengakui, pihaknya tidak bisa membedakan antara akun medsos dari luar negeri dan dalam negeri. "Tapi kalau untuk situs bisa dibedakan menggunakan dot com atau dot id belakangnya," tuturnya.

"Tapi semua kaitannya dengan situs juga. Kalau pemberitaan kami koordinasi dengan dewan pers, karena kan harus memenuhi kaidah-kaidah undang-undang pers," pungkasnya.

Pilihan:

Tiga Tokoh Ini Raih Penghargaan Gus Dur Award

Nama-nama Kader Muda yang Diisukan Jadi Caketum Golkar
(maf)
Berita Terkait
Peran IT dan Media Sosial...
Peran IT dan Media Sosial di Bidang Hukum di Mata Advokat Senior Stefanus Gunawan
Pemerintah Indonesia...
Pemerintah Indonesia Kaji Aturan Batas Usia Medsos, Bye-Bye TikTok untuk Anak di Bawah Umur?
Australia Bakal Melarang...
Australia Bakal Melarang Anak di Bawah Umur dari Media Sosial: Minimal 16 Tahun!
Maksimalkan Beragam...
Maksimalkan Beragam Fitur Sosmed, Brand Mahasiswa ini Tembus Negeri Tetangga
Hadirkan Teknologi Inovatif...
Hadirkan Teknologi Inovatif untuk Pelanggan, Blibli Bersaing secara Global
Teknologi Machine Learning...
Teknologi Machine Learning Bikin Aman dan Nyaman Bersosial Media
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved