Ical Sebut Datangnya Yasonna Buktikan Rapimnas Ini Sah
Minggu, 24 Januari 2016 - 11:28 WIB
Ical Sebut Datangnya Yasonna Buktikan Rapimnas Ini Sah
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar hasi Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical) mengatakan, kedatangan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar membuktikan acara tersebut diakui pemerintah.
"Datangnya Yasonna mengatakan bahwa rapimnas ini sah," ujar Ical di Jakarta Convention Center (JCC), Kompleks Senayan, Jakarta, Minggu (24/1/2016).
Dia mengapresiasi pernyataan Yasonna yang meminta Golkar kubu Agung Laksono untuk ikut dalam rapimnas, sehingga dapat mengikuti dan menyelenggarakan Musyawarah Nasional Munas Luar Biasa (Munaslub).
Ical enggan mengomentari keinginan kubu Agung yang menyatakan tidak akan mengakui munaslub dan tetap ingin munas yang diselenggarakan oleh tim transisi.
"Ya mana saya tahu. Tanya sama yang bersangkutan," ucapnya.
Dia juga enggan menanggapi pernyataan kubu Agung yang menyebut bahwa rapimnas yang digelar kubunya tidak memiliki legal standing.
"Ya biar saja yang nilai orang. Yang dinilai enggak ada legal standing-nya yang mana, biar orang yang menilai," tandas Ical.
Pilihan:
2 Kapal Perang TNI AL Akan Dinamai Ngurah Rai dan Martadinata
"Datangnya Yasonna mengatakan bahwa rapimnas ini sah," ujar Ical di Jakarta Convention Center (JCC), Kompleks Senayan, Jakarta, Minggu (24/1/2016).
Dia mengapresiasi pernyataan Yasonna yang meminta Golkar kubu Agung Laksono untuk ikut dalam rapimnas, sehingga dapat mengikuti dan menyelenggarakan Musyawarah Nasional Munas Luar Biasa (Munaslub).
Ical enggan mengomentari keinginan kubu Agung yang menyatakan tidak akan mengakui munaslub dan tetap ingin munas yang diselenggarakan oleh tim transisi.
"Ya mana saya tahu. Tanya sama yang bersangkutan," ucapnya.
Dia juga enggan menanggapi pernyataan kubu Agung yang menyebut bahwa rapimnas yang digelar kubunya tidak memiliki legal standing.
"Ya biar saja yang nilai orang. Yang dinilai enggak ada legal standing-nya yang mana, biar orang yang menilai," tandas Ical.
Pilihan:
2 Kapal Perang TNI AL Akan Dinamai Ngurah Rai dan Martadinata
(maf)