Menteri PPA Sebut Kasus Pencabulan Anak di Indonesia Timur Tinggi

Selasa, 12 Januari 2016 - 02:24 WIB
Menteri PPA Sebut Kasus...
Menteri PPA Sebut Kasus Pencabulan Anak di Indonesia Timur Tinggi
A A A
DEPOK - Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Yembise mengungkapkan zona merah kasus kekerasan anak. Dari hasil observasinya, data kekerasan terhadap anak justru lebih banyak ketimbang kekerasan terhadap perempuan.

Dia mengungkapkan, hal itu juga terjadi di Indonesia bagian timur. Tren yang dia peroleh dimana kasus perempuan mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) lebih rendah ketimbang kasus pencabulan anak.

“Paling banyak kekerasan anak. Saya mulai dari Indonesia Timur. Saya mengecek rata–rata data kekerasan perempuan dan anak. Yang meningkat adalah pencabulan terhadap anak lebih tinggi dibanding KDRT perempuan,” ungkapnya di Kampus UI, Depok, Senin (11/1/2016).

Kata Yohana, data yang diperoleh merupakan hasil penelitian dari kunjungannya ke setiap Polres. Indikator tersebut mendorong setiap kota untuk semakin serius mewujudkan Kota Layak Anak.

“Saya pikir lebih tinggi kasus kekerasan perempuan. Namun ternyata anak lebih tinggi. Itu koreksi. Daerah yang sudah memiliki Perda Kota Layak Anak berarti sudah serius. Meskipun SDM dan pemahaman ke masyarakat masih kurang,” jelasnya.

Sosiolog Perkotaan Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Somantri mengatakan diperlukan pendekatan holistik untuk mewujudkan Kota Layak Anak. Salah satu implementasinya menciptakan ruang kreatif bagi anak.

“Sebuah Kota Layak Anak tak saja bicara infrastruktur yang lengkap, tetapi juga ruang kreatif. Tapi ada skema lain yakni memperhatikan ibu hamil, perhatikan kesempatan anak mendapatkan sekolah sejak di TK."

"Tak kalah penting kebijakan pemerintah fasilitasi tumbuh kembang anak sehat optimal. Tentu kasus anak belum bisa zero, walaupun harus selalu diusahakan, karena kasus kekerasan kompleks persolanannya,” tegas Gumilar.

PILIHAN:

Menteri PPA: Berlaku Pekan Depan, Perppu Kebiri Sudah Final!

Ini Penjelasan Fahri Hamzah kepada BPDO PKS
(kri)
Berita Terkait
Muhaimin Iskandar Tandatangani...
Muhaimin Iskandar Tandatangani Petisi Perlindungan Anak
PKB Soroti Perlindungan...
PKB Soroti Perlindungan dan Kasus Penculikan Anak
Gandeng Yacita, ChildFund...
Gandeng Yacita, ChildFund International di Indonesia Gelar Pertemuan Perlindungan Anak Nasional 2024
Diskusi Empat Pilar...
Diskusi Empat Pilar : Mendorong Keberpihakan Negara dalam Perlindungan Anak
Komdigi Undang Platform...
Komdigi Undang Platform Media Sosial Susun Regulasi Perlindungan Anak di Ruang Digital, Ini Langkahnya!
Soal Produk Bebas BPA,...
Soal Produk Bebas BPA, Komnas PA Desak Badan POM Buat Aturan
Berita Terkini
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved