Fahri Minta Muzzammil dan Mardani Tidak Bermain di Air Keruh
Senin, 11 Januari 2016 - 21:59 WIB
Fahri Minta Muzzammil dan Mardani Tidak Bermain di Air Keruh
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta agar elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang melakukan gerilya untuk melengserkan dirinya tidak memutarbalikan fakta. Bahwa sesungguhnya oknum elite PKS itu sendiri yang memulai meramaikan isu ada kader yang mendesak Fahri mundur sebagai pemimpin DPR.
Pasalnya, menurut dia, secara fakta yang berbicara pertama mengenai isu pergantian Wakil Ketua DPR adalah Al Muzzamil Yusuf dan Mardani Ali Sera. Maka itu, Fahri menanatang keduanya untuk membeberkan kesalahannya, jika memang benar dirinya memiliki kesalahan.
"Saya kan pejabat publik, kalau ada kesalahan saya yah dibuka saja, apa saya maling atau bagaimana. Mekanisme organisasi menuntut transparansi, jangan dong bermain di air keruh," ujar Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/1/2016).
Fahri mengaku adalah orang yang sangat taat aturan. Selama 17 tahun ikut mendirikan PKS dan 12 tahun menjadi anggota DPR, dirinya mengaku paham kultur di PKS. Dia mengatakan, sebelumnya tidak pernah ada kader PKS yang ingin menjatuhkan satu sama lain.
Dia meminta penjelasan dari semua pihak yang mengatakan bahwa ada permintaan dirinya harus mundur karena desakan kader. Pasalnya, selama dia menjadi kader PKS dan berkeliling ke seluruh Indonesia, tidak pernah dia mendengar desakan untuk mundur dan bahkan semua selalu menyambut hangat.
"Jangan dong karena omongan satu dua orang yang minta saya mundur dikatakan itu permintaan kader. Kalau begini kan nanti rusak semuanya. Saya juga minta si A mundur atau si B mundur, gimana jadinya," tegas Fahri.
Terkait tudingan dirinya membela mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus 'Papa Minta Saham', Fahri menjelaskan pembelaan dilakukannya hanya terhadap lembaga. Lagipula, tambah dia, jika dikatakan membela Novanto, bagaimana dengan kader yang membela Sudirman Said.
"Saya dituduh membela Setya Novanto, yang membela Sudirman Said bagaimana?" tandas Fahri.
PILIHAN:
Beda Pandangan Agung dan Ical Soal Munas Golkar
Fahri Hamzah Endus Upaya Pecah-belah PKS seperti Golkar dan PPP
Pasalnya, menurut dia, secara fakta yang berbicara pertama mengenai isu pergantian Wakil Ketua DPR adalah Al Muzzamil Yusuf dan Mardani Ali Sera. Maka itu, Fahri menanatang keduanya untuk membeberkan kesalahannya, jika memang benar dirinya memiliki kesalahan.
"Saya kan pejabat publik, kalau ada kesalahan saya yah dibuka saja, apa saya maling atau bagaimana. Mekanisme organisasi menuntut transparansi, jangan dong bermain di air keruh," ujar Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/1/2016).
Fahri mengaku adalah orang yang sangat taat aturan. Selama 17 tahun ikut mendirikan PKS dan 12 tahun menjadi anggota DPR, dirinya mengaku paham kultur di PKS. Dia mengatakan, sebelumnya tidak pernah ada kader PKS yang ingin menjatuhkan satu sama lain.
Dia meminta penjelasan dari semua pihak yang mengatakan bahwa ada permintaan dirinya harus mundur karena desakan kader. Pasalnya, selama dia menjadi kader PKS dan berkeliling ke seluruh Indonesia, tidak pernah dia mendengar desakan untuk mundur dan bahkan semua selalu menyambut hangat.
"Jangan dong karena omongan satu dua orang yang minta saya mundur dikatakan itu permintaan kader. Kalau begini kan nanti rusak semuanya. Saya juga minta si A mundur atau si B mundur, gimana jadinya," tegas Fahri.
Terkait tudingan dirinya membela mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus 'Papa Minta Saham', Fahri menjelaskan pembelaan dilakukannya hanya terhadap lembaga. Lagipula, tambah dia, jika dikatakan membela Novanto, bagaimana dengan kader yang membela Sudirman Said.
"Saya dituduh membela Setya Novanto, yang membela Sudirman Said bagaimana?" tandas Fahri.
PILIHAN:
Beda Pandangan Agung dan Ical Soal Munas Golkar
Fahri Hamzah Endus Upaya Pecah-belah PKS seperti Golkar dan PPP
(kri)