Komisioner Baru KPK Diminta Tak Andalkan OTT
Minggu, 27 Desember 2015 - 14:26 WIB
Komisioner Baru KPK Diminta Tak Andalkan OTT
A
A
A
JAKARTA - Metode penindakan tindak pidana korupsi melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang diterapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai kritik.
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan, meski populer di mata publik, metode tersebut tidak bisa dikatakan sebagai sebuah prestasi penindakan yang didasarkan pada perencanaan yang terstruktur dan sistematis.
"Karena kecepatannya, OTT biasanya tidak melalui perencanaan pendindakan yang sistematis dan terstruktur," kata Arsul saat dihubungi Sindonews, Minggu (27/12/2015).
Karenanya, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini meminta lima pemimpin KPK yang baru terpilih untuk tidak hanya mengandalkan metode OTT dalam menindak perkara korupsi,
"Pimpinan KPK baru diharapkan tidak hanya mendasarkan kinerja penindakannya dari kasus-kasus OTT. Dari sisi jumlah maupun proses pemberantasan itu bukan prestasi," ucap Arsul.
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan, meski populer di mata publik, metode tersebut tidak bisa dikatakan sebagai sebuah prestasi penindakan yang didasarkan pada perencanaan yang terstruktur dan sistematis.
"Karena kecepatannya, OTT biasanya tidak melalui perencanaan pendindakan yang sistematis dan terstruktur," kata Arsul saat dihubungi Sindonews, Minggu (27/12/2015).
Karenanya, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini meminta lima pemimpin KPK yang baru terpilih untuk tidak hanya mengandalkan metode OTT dalam menindak perkara korupsi,
"Pimpinan KPK baru diharapkan tidak hanya mendasarkan kinerja penindakannya dari kasus-kasus OTT. Dari sisi jumlah maupun proses pemberantasan itu bukan prestasi," ucap Arsul.
(hyk)