JK dan HM Prasetyo Perlu Bercermin dari Setya Novanto

Sabtu, 26 Desember 2015 - 13:55 WIB
JK dan HM Prasetyo Perlu...
JK dan HM Prasetyo Perlu Bercermin dari Setya Novanto
A A A
JAKARTA - Mundurnya Setya Novanto dari jabatannya sebagai Ketua DPR harus menjadi contoh bagi pejabat negara yang terindikasi melakukan penyalahgunaan kewenangan.

Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mencontohkan salah satu pejabat negara yang perlu bercermin dari sikap Setya Novanto adalah Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Ini harusnya dicontoh oleh para pejabat tinggi di Indonesia lainnya yang sudah tercium publik menyalahgunakan kekuasaannya," ujar Siti melalui sambungan telepon, Sabtu (26/12/2015).

Dia mengatakan, HM Prasetyo terindikasi menyalahgunakan kewenangannya sebagai Jaksa Agung, karena enggan mengusut kasus yang melibatkan petinggi Partai Nasdem. Apalagi, HM Prasetyo sebelum resmi dilantik sebagai Jaksa Agung merupakan kader Partai Nasdem.

Menurutnya, dasar Jaksa Agung untuk mengusut kasus tersebut sudah kuat dengan adanya pengakuan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem Patrice Rio Capella menerima uang senilai Rp200 juta.

Apalagi, Rio juga telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan Gubernur Sumatra Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan Istrinya Evi Susanti.

"Selain itu Ketua Mahkamah Partai Nasdem, OC Kaligis juga telah ditetapkan menjadi tersangka dalam perkara tersebut," jelasnya.

Namun sebaliknya, HM Prasetyo terus-menerus menegaskan akan mengusut kasus Setya Novanto dalam kasus Freeport. Nuansa politis sikap HM Prasetyo semakin kental tidak mau memberikan bukti rekaman asli milik bos PT Freeport Indonesia ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR dalam melakukan proses penyelidikan terkait dugaan peanggaran etik.

"Begitu juga dengan JK yang terhadap Setya Novanto mendorong keras pengusutan dan sidang MKD, namun ketika ipar dan keponakannya bertemu pemilik Freeport McMoran, James Moffet atau Jim Bob dia bela sebagai pertemuan biasa antar pengusaha," ketusnya.

Maka itu, baginya HM Prasetyo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) harus mengikuti jejak Setyo Novanto berani mundur dari posisinya sebagai Ketua DPR.

"Mereka (JK dan Prasetyo) harus mau menggunakan urat malu mereka untuk mundur. Bagaimanapun etika berada di atas hukum. Di sini jelas intergritas mereka telah diserang. Dimata publik, mereka tidak lagi punya kredibilitas yang membuat publik mencemooh," tandasnya.

Baca: Demi Kepentingan Rakyat, Setya Novanto Mundur.
(kur)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved