Hary Tanoesoedibjo: PT Freeport Harus Dikuasai Negara

Kamis, 24 Desember 2015 - 20:31 WIB
Hary Tanoesoedibjo:...
Hary Tanoesoedibjo: PT Freeport Harus Dikuasai Negara
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mendukung nasionalisasi PT Freeport. Alasannya, perusahaan tambang yang berada di Papua itu sangat strategis dan terkait hajat hidup orang banyak.

"Apapun yang terkait hajat hidup orang banyak, itu strategis. Nah sekarang kita lihat tambang Freeport, harus dikuasai negara. Kita harus cinta Indonesia, kita harus cinta negeri. Kalau itu semangatnya, saya kira banyak yang bisa dibenahi," terang Hary saat memaparkan Refleksi Akhir Tahun Partai Perindo di kantor DPP Partai Perindo, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (24/12/2015).

Selain itu, kata Hary, dunia usaha juga harus diberikan kepastian hukum. Kepastian hukum yang belum baik, dapat menghambat investasi. (Baca: Dibayar Pakai Duit BUMN, Yusril Pilih Mundur sebagai Kuasa Hukum RJ Lino)

"Kalau saya, dalam menangani Freeport itu sederhana saja. Kita tunggu saja sampai batas waktu habis lantas langsung serahkan semua kepemilikannya ke pemerintah Papua, BUMN, dan masyarakat lewat go public," paparnya.

PT Freeport sendiri, diketahui telah berada di Papua sejak 1967. Belakangan perpanjangan kontrak karya PT Freeport menjadi suatu masalah. (Baca: Sudirman Said Harus Mundur karena Ingkari Jokowi)

Presiden Jokowi mensyaratkan lima prinsip tawaran baru kepada Freeport jika masih ingin beroperasi di Papua. Lima prinsip antara lain, royalti menjadi 6%, membereskan penanggulangan limbah tailing yang merusak lingkungan, memperbesar CSR bagi masyarakat dan lingkungan, pembangunan Smelter, dan melakukan divestasi.

Namun diduga syarat perpanjangan kontrak tersebut terdegradasi karena adanya permainan para mafia. Bahkan diduga perpanjangan kontrak tersebut telah dilakukan tanpa menyertakan prasyarat yang diinginkan Presiden Jokowi.
(hyk)
Berita Terkait
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Diharapkan Prioritaskan Pabrikan Lokal
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
Elektabilitas Partai...
Elektabilitas Partai Perindo Meroket Hingga tembus3,3%
Berita Terkini
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian Inflasi agar Tetap di Bawah Target Pemerintah
Febrie Adriansyah Tersangka...
Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi, Kejagung Bentuk Tim Penyidik Khusus
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dialihkan dari Polri ke Kejaksaan, Kapuspenkum: Bentuk Kolaborasi
Komisi III DPR: Penyerahan...
Komisi III DPR: Penyerahan Kasus Mantan Jampidsus ke Kejagung Cegah Gesekan Antarinstitusi
Yusril Ingatkan Kejagung...
Yusril Ingatkan Kejagung Profesional dan Transparan Tangani Kasus Febrie Adriansyah
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved