Hasil Audit BPK Sebut Perpanjangan Kontrak JICT Clear

Rabu, 16 Desember 2015 - 13:01 WIB
Hasil Audit BPK Sebut...
Hasil Audit BPK Sebut Perpanjangan Kontrak JICT Clear
A A A
JAKARTA - Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap proses perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT) ternyata tidak menemukan adanya pelanggaran.BPK dalam hasil auditnya yang telah diserahkan kepada Pelindo II melalui surat Nomor 48/AUDITAMA VII/PDTT/12/2015 tanggal 1 Desember 2015 terkait Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, BPK hanya meminta kepada Pelindo II segera mengambil alih kontrol manajemen di PT JICT.Permintaan BPK tersebut sejatinya telah sesuai dengan proses perpanjangan kontrak JICT, di mana Pelindo II kini menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 50,9 persen, Hutchison Port Holding (HPH) 49 persen dan Kopegmar sebesar 0,1 persen.Proses peralihan saham di JICT memang membutuhkan waktu sejalan dengan ketentuan yang ada di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sesuai persyaratan di BKPM, pemegang saham telah menyerahkan circular resolution pada 24 November 2015 dan telah ditandatangani oleh para pemegang saham tersebut diatas.Pada 17 November 2015 JICT telah melakukan pengurusan Izin Prinsip Perubahan (PMA) kepada BKPM melalui aplikasi sistem pelayanan informasi dan perizinan investasi secara elektronik (SPIPISE).Kelengkapan data dan dokumen pendukung telaah dilengkapi seluruhnya oleh JICT pada tanggal 2 Desember 2015. Berdasarkan informasi dari SPIPISE, BKPM telah menerbitkan persetujuan terhadap perubahan porsi kepemilikan saham PT Pelindo II di JICT pada tanggal 7 Desember 2015.Setelah Izin Prinsip Perubahan (PMA) dari BKPM keluar, maka akan dilanjutkan dengan pengumuman perubahan pemegang saham, penambahan modal, perubahan anggaran dasar hingga permohonan persetujuan perubahan modal dasar ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).Direktur Utama (Dirut) Pelindo II, Robert Joost (RJ) Lino menegaskan, secara de facto Pelindo II telah menjadi pemegang saham mayoritas di JICT sejak 6 Juli 2015. Hal ini telah ditindaklanjuti dengan perubahan direksi dan dewan komisaris sesuai amandemen para pemegang saham JICT."Jadi rekomendasi BPK terkait audit perpanjangan kontrak JICT sesungguhnya sudah dijalankan oleh Pelindo II sejak awal," tegas RJ Lino saat dihubungi wartawan, Rabu (16/12/2015).Sejalan dengan perubahan kepemilikan saham di JICT, Pelindo II sebagai pemegang saham mayoritas di JICT juga menikmati banyak keuntungan dari perpanjangan kontrak dengan HPH.Misalnya, Pelindo II telah menerima pembayaran yang muka sebesar USD 215 juta dari Hutchinson. Besaran uang sewa meningkat hingga USD 85 juta sejak perjanjian efektif ditandatangani tanggal 6 Juli 2015."Berdasarkan perhitungan dan pertimbangan kami, hasil negosiasi dengan HPH sangat menguntungkan Pelindo II. Apalagi upfront fee dan kenaikan biaya sewa dilakukan empat tahun sebelum kontrak berakhir. Fakta-fakta ini perlu dipahami oleh publik," jelas Lino.Pilihan:Jaksa Agung Ogah Turuti Keinginan Luhut Pinjam Rekaman Freeport
(maf)
Berita Terkait
Pelindo Regional 2 Sukses...
Pelindo Regional 2 Sukses Layani 119 Ribu Penumpang di H-2 Lebaran
Setelah Sikat Pungli,...
Setelah Sikat Pungli, Pelindo II Siapkan 6 Jurus Babat Suap
Mantan Dirut Pelindo...
Mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino Kembali Diperiksa Kejagung
Wakil Dirut PT JICT...
Wakil Dirut PT JICT Diperiksa terkait Dugaan Korupsi di Pelindo II
Kasus Korupsi Pelindo...
Kasus Korupsi Pelindo II, Kejagung Periksa Presdir JICT
Operasional Tanjung...
Operasional Tanjung Priok Tetap Aman Terkendali, Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Berjalan Normal
Berita Terkini
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Infografis
Hasil Drawing Piala...
Hasil Drawing Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Bentrok dengan Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved